Prof Usep Abdul Matin, MA (Leiden), MA (Duke), Ph.D. Foto: MMA/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof Usep Abdul Matin, MA (Leiden), MA (Duke), Ph.D mengungkapkan bahwa pada 8 April 1947 Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari ditangkap oleh tentara Jepang. Hadratussyaikh adalah pendiri dan pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang dan juga Rais Akbar Syuriah Pengurus Besar Nadhaltul Ulama (PBNU). Saat itu KH Muhammad Yusuf Hasyim (Pak Ud) masih remaja, tepatnya berusia 12 tahun, 7 bulan. Dibawah ini serial kedua tulisan M. Mas’ud Adnan, wartawan BANGSAONLINE, yang meliput acara tersebut.
Hebatnya, meski masih berusia muda belia, Kiai Yusuf Hasyim sudah melakukan langkah-langkah besar. Kiai Yusuf Hasyim mendatangi para kiai untuk menginformasikan peristiwa penangkapan abahnya (Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari) yang dianggap sangat krusial bagi para pejuang kemerdekaan, terutama umat Islam. Sebab Hadratussyaikh adalah pemimpin besar umat Islam yang menjadi simbol sekaligus sentral perjuangan kemerdekaan RI.
BACA JUGA:
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
- Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
“KH Yusuf Hasyim menyampaikan berita ini kepada para kiai di Jawa tentang dua hal,” ujar Prof Usep Abdul Matin dalam acara istighotsah dan seminar pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Surabaya, Rabu (28/5/2025) malam.
Pertama, tutur Prof Usep, Kiai Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa Jepang telah menangkap ayahnya (KH Muhammad Hasyim Asy’ari) pada tanggal 8 April 1942 di Jombang Jawa Timur.
“Kedua, penangkapan ini mengancam persatuan umat Islam, yang sedang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, karena posisi ayahnya ketika itu adalah Pemimpin Besar (Rais Akbar) NU,” kata Prof Usep yang Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Jakarta.

KH Muhammad Yusuf Hasyim. Foto: Dok. Pesantren Tebuireng
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





