Senin, 19 April 2021 15:26

​Kejari Pasuruan: Tak Ada Ampun bagi Pencoleng BOP Kemenag RI

Rabu, 24 Februari 2021 18:15 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Kejari Pasuruan: Tak Ada Ampun bagi Pencoleng BOP Kemenag RI
Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan pemotongan dana BOP Kemenag RI untuk Madin, TPQ, dan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan dipastikan terus berlanjut. 

Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menegaskan tidak akan memberi ampun bagi pencoleng BOP Kemenag RI. Total 21 orang telah dipanggil kejari untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemotongan bantuan.

“Intinya tidak ada ampun bagi para penikmat dana BOP, urusan surga aja dikorupsi gitu lho, gimana mau masuk surga,” tegas Denny Saputra, Plh Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan.

Korp Adhyaksa sudah melayangkan surat panggilan kepada 21 orang baik dari unsur Kemenag maupun FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) untuk dimintai keterangan soal dugaan pemotongan BOP tersebut. Sebanyak 18 orang telah memenuhi panggilan tersebut.

BACA JUGA : 

Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Bergulir PKIS Rampung, Kejari Pasuruan Belum Tetapkan Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi BOP Kemenag, Kejari Bangil Sudah Periksa 500 Penerima Bantuan

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Pemkab, BMKT, dan Kemenag Tuban Terus Tingkatkan Sinergisitas

Denny Saputra menegaskan akan menindak siapa pun yang terlibat main-main dalam dugaan pemotongan bantuan untuk ponpes dan lembaga pendidikan islam tersebut. Pihaknya tak hanya meminta keterangan FKDT saja, tapi juga para penerima bantuan agar informasi yang dikumpulkan utuh.

"Langkah selanjutnya akan dilakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan keterangan yang disampaikan para saksi. Bukti permulaan sudah dikantongi kejaksaan berupa data penerima bantuan yang sudah dipotong," kata pria yang juga Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pasuruan ini.

"Untuk besaran potongan bervariatif, antara 20-50 persen. Ada juga yang tidak dipotong. Ini yang sedang kami telusuri," tambah Denny.

"Sorotan utama kami saat ini selain koordinator-koordinator tersebut, Kemenag Kabupaten Pasuruan juga kami soroti," sambungnya. (bib/par/ian) 

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...