Senin, 01 Maret 2021 22:34

Jorok, ​Toilet Kering Tanpa Shower di Hotel dan Bandara, Penyebab Timbulnya Penyakit

Jumat, 27 November 2020 14:20 WIB
Editor: Tim
Jorok, ​Toilet Kering Tanpa Shower di Hotel dan Bandara, Penyebab Timbulnya Penyakit
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. (kanan) dalam Talkshow BANGSAONLINE TV yang dipandu M. Mas'ud Adnan (kiri). foto: bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menilai bahwa Covid-19 turun menyerang manusia karena dunia ini kotor. Ia menyebut salah satu contoh toilet hotel berbintang 5 dan airport.

“Toiletnya tidak ada pembuangan airnya. Tak ada showernya, tak ada airnya. Pakai tisu. Dan tisunya dibuang di situ. Itu kan kotor sekali. Coba itu ditelaah,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim dalam Talkshow bertajuk: Menu Imunitas: Kecambah (Toge) dan 4 Protokol Kesehatan Santri di channel YouTube BANGSAONLINE TV.

Menurut Kiai Asep, pernyataan ini pernah ia sampaikan di depan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat gubernur wanita pertama di Jatim itu datang ke acara di Guest House Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto.

Bagaimana respons Gubernur Khofifah? “Kata Bu Khofifah, ndak Yai, di Singapura dan Malaysia sekarang sudah pakai shower,” jelas Kiai Asep yang pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Dalam talkshow yang dipandu M Mas’ud Adnan itu, Kiai Asep juga menjelaskan soal resep imunitas. “Gampang. Kecambah (toge), telur, tahu, dan tempe,” kata Kiai Asep menuturkan resep imunitas yang diterapkan pada puluhan ribu santrinya di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Selain itu, kata Kiai Asep, juga diberi vitamin C. Menurut dia, ribuan santri yang diasuhnya sehat semua. “Bahkan lebih sehat dari sebelum ada Covid-19,” katanya sembari tertawa.

“Kalau sebelum Covid-19, masih ada santri yang batuk-batuk, sekarang gak ada. Karena batuk sedikit saja langsung ditangani,” tambah Kiai Asep sembari becerita bahwa ada 20 dokter yang selalu standby untuk menjaga para santrinya.

Tapi kenapa para santri yang berjumlah sekitar 10 ribuan itu tak boleh dijenguk orang tuanya? Bagaimana praktik protokol kesehatan para santri dan ustadznya? Silakan tonton talkshow di BANGSAONLINE TV channel youtube. (tim)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...