Gubernur Khofifah saat meninjau lokasi banjir di Situbondo. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
SITUBONDO,BANGSAONLINE.com -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung dampak banjir bandang yang merusak rumah warga di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga mengecek salah satu titik rawan banjir di Sungai Lubawang serta menemui warga terdampak.
Ia menyerahkan bantuan logistik sebagai respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap bencana hidrometeorologi.
Sebagai langkah pengendalian banjir, Khofifah menegaskan Pemprov Jatim akan segera melakukan pengerukan sedimen sungai secara signifikan di sejumlah wilayah rawan banjir, khususnya Kecamatan Mlandingan dan Kendit.
“Saat ini proses penanganan banjir di lima kecamatan mulai diperbaiki, seperti di Kendit dan Mlandingan dengan melakukan pengerukan sedimen sungai,” ujar Khofifah.
Ia mengungkapkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur mengalami peningkatan tajam.
Pada Desember 2025 potensi bencana berada di angka 20 persen, sementara pada Januari 2026 meningkat menjadi 58 persen.
Untuk menekan dampak banjir, Pemprov Jatim telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca sejak 5 Desember 2025. Namun pelaksanaannya masih terkendala keterbatasan anggaran.
“Jawa Timur idealnya bisa melakukan modifikasi cuaca di empat sampai lima titik. Namun karena keterbatasan anggaran APBD provinsi, saat ini hanya mampu dua sampai tiga titik,” jelasnya.
Khofifah menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan dengan dua metode. Untuk awan yang terbentuk di laut dilakukan penaburan garam sebanyak 1.000 gram per sorti.
Sementara awan yang bergerak ke daratan ditangani dengan penaburan kapur agar hujan turun lebih merata.
“Tujuan modifikasi cuaca agar hujan tidak terkonsentrasi pada satu wilayah,” tegasnya.
Selain itu, Khofifah menginstruksikan Dinas Cipta Karya untuk menambah bronjong berlapis di sepanjang tepi Sungai Lubawang guna memperkuat tebing sungai. Namun penguatan tersebut harus disertai pengerukan sedimen.

“Tetap perlu dilakukan pengerukan sedimen,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, Pemprov Jatim akan menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk melakukan normalisasi sungai.
Namun teknis akses alat berat masih perlu dikoordinasikan dengan Pemkab Situbondo karena jalur menuju lokasi harus melewati permukiman warga.
Hasil peninjauan menunjukkan sedimentasi cukup tebal di beberapa titik sungai. Mengingat wilayah tersebut segera memasuki musim tanam, Dinas Sumber Daya Air akan menyiapkan pipa-pipa pengairan guna memastikan suplai air ke lahan pertanian warga tetap aman.
“Dalam waktu dekat memasuki musim tanam, pengairan untuk lahan pertanian harus tetap aman,” tambah Khofifah.
Selain meninjau rumah warga dan jembatan yang rusak, Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan berupa 100 unit kompor, paket sembako, pakaian anak, makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, selimut, alat kebersihan, terpal, peralatan memasak, pakaian pria dan wanita, serta paket bantuan bagi lansia. (dev/van)






