Gubernur Khofifah Tanam Bibit dan Tebar Benih di Kediri, Jatim Catat Rekor Muri

Gubernur Khofifah Tanam Bibit dan Tebar Benih di Kediri, Jatim Catat Rekor Muri Gubernur Khofifah saat memimpin penaburan benih ikan bersama 110.481 guru serta murid SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memimpin penanaman tanaman produktif, penaburan benih ikan, dan panen serentak bersama 110.481 guru serta murid SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Acara dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026).

Agenda tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara luring di lokasi utama, serta 109.981 guru dan murid dari 754 sekolah melalui daring. Program yang merupakan implementasi Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (Sikap) ini sekaligus mengantarkan Jawa Timur meraih dua penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Rekor pertama diberikan sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada 754 satuan pendidikan. Rekor kedua sebagai Pemrakarsa Gerakan Penanaman Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak Terbanyak oleh 110.481 guru dan murid.

Khofifah menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program Sikap yang dikembangkan Pemprov Jatim sebagai model pendidikan kontekstual dan berkelanjutan.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak belajar teori sekaligus praktik menanam, merawat, memanen, dan mengelola hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketahanan pangan adalah pilar strategis pembangunan Jawa Timur. Sekolah berperan penting menanamkan kesadaran pangan sejak dini sekaligus menyiapkan generasi adaptif menghadapi tantangan masa depan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Program Sikap telah diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Usai peresmian, Khofifah meninjau praktik ketahanan pangan di SMKN 1 Plosoklaten, mulai dari panen telur, kandang kambing dan sapi perah, hingga penebaran benih ikan.

“Pengalaman di SMKN 1 Plosoklaten sangat inspiratif karena sekolah sudah mengelola kandang kambing, sapi, dan ayam dengan rapi dan bersih sehingga siswa bisa belajar langsung melalui praktik,” ungkapnya.

Ia menekankan siswa dilibatkan penuh dalam siklus perawatan dan produksi, termasuk pembiakan ayam dan penanganan hasil panen.

“Anak-anak mengikuti siklus perawatan dan produksi 24 jam, termasuk breeding ayam dan penanganan hasil panen, sehingga mereka sudah terbiasa menghadapi standar dunia usaha dan industri," katanya.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut hingga kini sebanyak 754 sekolah telah mengikuti program Sikap dari total sekitar 4.300 sekolah di Jawa Timur. Meski sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan, hal itu disiasati dengan sistem hidroponik dan optimalisasi lahan minimalis.

“Di SMK, kegiatan ini selaras dengan aspek marketing dan produksi, sementara di sekolah umum, hasil tanaman dapat dibeli oleh guru maupun siswa sendiri sehingga tercipta ekosistem saling mendukung antar sekolah,” pungkasnya. (dev/mar)