Gus Yani Prihatin Pencari Kerja Capai 36.390 Orang, 200 Ribu Pekerja Mayoritas dari Luar Gresik

Gus Yani Prihatin Pencari Kerja Capai 36.390 Orang, 200 Ribu Pekerja Mayoritas dari Luar Gresik Gus Yani saat bertemu masyarakat di Desa Siwalan Kecamatan Panceng, Selasa (10/11) malam. foto: ist.

Fakta di atas, masih kata Gus Yani, menunjukkan ada yang salah dalam tata kelola memanfaatkan potensi daerah untuk kemaslahatan semua lapisan masyarakat seperti menciptakan lapangan pekerjaan.

"Makanya, jika Gus Yani-Bu Min pada coblosan Pilkada Gresik 9 Desember 2020 terpilih dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik, maka akan mengelola potensi yang ada untuk kemaslahatan masyarakat Gresik seperti menciptakan lapangan pekerjaan," janjinya.

Menurutnya, masalah pengangguran menjadi prioritas yang harus ditangani sesuai program Nawa Karsa yang diusung. Salah satunya, Program Gresik Berkarya dan Mandiri. "Program yang kami usung ini untuk menjamin tak ada lagi masyarakat kesulitan mencari kerja. Sebagai wujud nyata paslon Niat untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing," terangnya.

"Nantinya, pelatihan keterampilan kerja intensif 3 in 1 ini disiapkan dengan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk penyerapan tenaga kerja industri secara lebih masif," kata cabup milenial menantu Pengasuh Ponpes Bumi Salawat, KH. Agoes Ali Masyhuri.

Gus Yani menjelaskan, ada dua opsi pada program tersebut. Pertama masuk di dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sehingga saat lulus bisa langsung bekerja karena memiliki skill.

Kedua, memaksimalkan fungsi balai latihan kerja (BLK) yang bersinergi Dinas Tenaga Kerja (Dinas Tenaga Kerja) sebagai tahapan peningkatan keterampilan (up-skilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling).

"Sekarang era revolusi industri 4.0 yang bersamaan dengan bonus demografi. Maka pemerintah kabupaten yang akan datang nanti harus membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri," pungkasnya.

Semenatara Ulil Absor, salah satu warga mengungkapkan, selama ini pemerintah daerah belum memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) para pemuda di Gresik menjadi lebih berdaya dan produktif. Padahal, tidak sedikit pemuda yang dapat memberikan kontribusinya dalam pembangunan daerah.

"Selama 10 tahun pemerintahan ini belum pernah ada pemberdayaan bagi pemuda. Padahal banyak problem yang dihadapi, misalnya potensi SDM pemuda yang tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana termasuk tenaga kerja yang belum terserap," ujar Ulil Absor.

Untuk itu, Ulil berharap besar kepada Gus Yani-Bu Min agar bisa memberikan solusi bagi pemuda desa. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, di mana pemuda kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ditambah banyaknya lulusan yang harus menganggur bertahun-tahun karena kesulitan mendapat kerja.

"Saya contohkan di Desa Siwalan, banyak pemuda yang nganggur karena sudah ngelamar ke perusahaan tapi tidak keterima. Jadi sulitnya minta ampun kerja di kota sendiri. Kita berharap Gus Yani-Bu Min bisa memberi solusi untuk pemuda," harapnya.

Warga lain Nadlir, juga mengaku mempunyai harapan yang sama. Dia mengungkapkan, pemuda di Desa Siwalan banyak yang nekat menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke luar negeri, karena tidak ada lapangan pekerjaan di desa. Bahkan, sulit mencari pekerjaan di Gresik. (hud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO