Wartawan TV Nasional Indosiar, Fahrur Ruzi saat melaporkan oknum massa demo yang telah melakukan kekerasan di Kedai Bukit Bintang ke Mapolres Pamekasan. (foto: ist).
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Buntut penganiayaan wartawan saat meliput aksi demo penutupan paksa Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pelaku akhirnya dilaporkan ke polres setempat, Senin (5/10/2020) malam.
Fahrur Ruzi, Wartawan TV Nasional Indosiar yang mengalami penganiayaan mengatakan, kejadian tidak menyenangkan tersebut terjadi saat dirinya hendak melakukan peliputan di lokasi aksi demo penutupan Kedai Bukit Bintang Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, pada Senin (5/10/2020) kemarin.
BACA JUGA:
- Terekam CCTV, Polres Pamekasan Dalami Kasus Pencurian Gelang di Toko Emas
- Ratusan Motor Hasil Razia Balap Liar di Pamekasan Belum Diambil Pemiliknya
- Polsek Tamberu Pamekasan Bongkar Dugaan Penimbunan Solar Subsidi, 525 Liter Disita
- Pemilik Travel Umrah di Pamekasan Jadi Tersangka, Kerugian Jemaah Rp300 Juta
"Ada salah satu pendemo yang menghampiri saya sambil berteriak, melarang, dan memegang tangan saya untuk merebut kamera yang saya pegang," ujar Fahrur Ruzi di Mapolres Pamekasan saat melaporkan kejadian tersebut, Senin (5/10/2020) malam.
Menurutnya, seketika itu dirinya telah menjelaskan bahwa ia wartawan. Namun, penjelasan itu tidak dihiraukan oleh orang yang hendak merampas kameranya tersebut.
"Saya wartawan, saya wartawan, namun orang tersebut tidak menghiraukan dan tetap menarik kamera," jelasnya.
Akibatnya, massa aksi yang lain semula tidak fokus dengan saya akhirnya mereka mendatangi dan ikut memukul saya. Bahkan ada yang menjambak dari belakang serta menendang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




