Mursid.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Bantuan stimulan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Kambingan Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep diduga disunat oleh oknum koordinator penyalur bantuan.
Sedikitnya ada 20 orang kepala rumah tangga di Desa Kambingan Kecamatan Saronggi yang mendapat bantuan untuk meningkatkan untuk meningkatkan keswadayaan dan peningkatan kualitas rumah beserta prasarana itu.
BACA JUGA:
- Kasus Pemerasan Kades di Sumenep oleh Pejabat Inspektorat dan Ketua LSM Mulai Disidangkan
- Dugaan Pungli DKPP Sumenep, LSM Super Mengaku Temukan Laporan yang Diduga Rekayasa
- Dugaan Pungli DKPP Sumenep Memanas, Aktivis dan Kelompok Tani Bakal Tempuh Jalur Hukum
- Soroti Dugaan Pungli di DKPP Sumenep, Aktivis Ingatkan Kasus Pompa Air pada 2019
Tiap kepala keluarga seharusnya mendapat bantuan sekitar Rp 17.000.500. Namun, bantuan itu diduga tidak diterima secara utuh lantaran sudah dipotong oleh koordinator lapangan hingga tinggal sekitar Rp 7-8 juta saja.
Hal ini sebagaimana disampaikan seorang tokoh masyarakat, Tarogan Mursid. Ia menyayangkan adanya pemotongan bantuan untuk warga miskin itu.
“Saya sangat menyayangkan terhadap koordintor yang main potong terhadap bantuan orang orang yang nasibnya tidak beruntung. Mersitinya orang itu dibantu, bukan malah dipotong hak-haknya,” katanya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (5/10).
Mursid mengaku sudah menghubungi koordinator lapangan agar mengembalikan uang itu secara utuh. Pihaknya bahkan sudah sering kali mendatangi ke rumah koordinator lapangan bernama Yanto itu, namun yang bersangkutan selalu tidak ada di rumahnya.
“Dihubungi melalui nomor selulernya selalu tidak aktif. Maksud saya agar pak Yanto mengembalikan uang yang dipotong. Nah, jika Pak Yanto tidak mengembalikan uang bantuan pemerintah itu, maka saya akan menempuh jalur hukum. Uang bantuan itu adalah uang dari negara,” kataya.
Sementara Yanto, koordinator lapangan di Desa Kambingan, Kemacatan Saronggi belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dihubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan belum menjawab. Begitu juga saat wartawan berkirim pesan via WhatsApp, hingga berita ini dikirim juga tidak dibalas. (aln/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




