Tulis "Jember Kota Carnaval", Pemkab Dinilai Tak Mengerti Kaidah Bahasa Indonesia

Tulis "Jember Kota Carnaval", Pemkab Dinilai Tak Mengerti Kaidah Bahasa Indonesia Jember Fashion Carnaval atau JFC yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember.

"Kenapa kemudian tidak pakai Bahasa Indonesia saja? Karena bahasa tersebut merupakan kebanggaan sebagai orang Indonesia. Apalagi pemerintah seharusnya memberikan contoh yang baik dalam penggunaan bahasa," tegasnya.

Bahkan selain mengkritik tentang susunan kalimat yang salah, Andan pun juga menilai klaim sebagai kota karnaval terlalu berlebihan.

(Ajang Fashion Carnaval)

"Ketika memang mengklaim demikian, seharusnya jumlah karnaval yang ada tidak hanya terpaku pada JFC ( Fashion Carnaval). Seyogyanya lah ketika pemkab mengklaim, maka harus dilengkapi dengan kuantitas dan kualitas karnaval yang ada di . Jika hanya ada satu karnaval yakni JFC. Klaim sebagai kota karnaval belum layak," ujarnya.

Andang pun membandingkan dengan julukan sebagai kota tembakau, karena hal itu relevan dengan fakta yang ada. "Mengingat, salah satu kekuatan ekonomi masyarakatnya pada sektor tembakau. Sebaliknya, soal klaim kota karnaval, ini harus kembali ditinjau," pungkasnya.(ata/yud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Nekat Ritual di Laut, 10 Warga Jember Meninggal Tersapu Ombak':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO