Hiasan di Jembatan Semanggi yang diprotes puluhan pengunjuk rasa. Hiasan itu menghabiskan anggaran hingga Rp 4,4 miliar.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antara Kebun (FKPAK) menggelar aksi unjuk rasa, Senin (23/12/2019).
Mereka memprotes proyek hiasan Jembatan Semanggi Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Sumbersari yang sampai menghabiskan anggaran sebanyak Rp 4,4 miliar. Sementara di sisi lain, alokasi anggaran penyertaan modal yang dibutuhkan PDP Kahyangan senilai Rp 5,8 miliar ditiadakan.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Mereka menilai, Pemkab Jember hanya menghambur-hamburkan uang untuk hiasan jembatan tersebut.

Demo ratusan buruh itu didampingi Komisi C DPRD Jember yang sekaligus sidak. Dalam demo itu, para buruh juga memasang banyak banner tulisan kecaman di pinggiran jembatan yang sedang direnovasi tersebut.
Ratusan buruh itu sebelumnya melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di kantor dewan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan aksi protes di Jembatan Semanggi.
"Kami menuntut pengusutan tuntas proyek dari Perubahan APBD 2019 melalui pengalihan dari anggaran penyertaan modal PDP Kahyangan untuk aksesoris jembatan Semanggi," ujar Koordinator FKPAK Dwi Agus Budiyanto di sela aksi unjukrasanya, Senin (23/12/2019).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




