Minggu, 17 November 2019 03:59

Begini Kronologi Penganiayaan Bayi 5 Bulan oleh Ayahnya Sendiri Hingga Meninggal Dunia

Selasa, 05 November 2019 22:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Begini Kronologi Penganiayaan Bayi 5 Bulan oleh Ayahnya Sendiri Hingga Meninggal Dunia
Tersangka (baju kotak-kotak) saat digelandang petugas. Foto kiri, korban yang masih berumur 5 bulan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polres Ngawi akhirnya menetapkan M Juniarno Wibowo (31) sebagai tersangka tunggal dalam penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berumur 5 bulan, hingga meninggal dunia. Warga Dusun Kionten Desa Tawun Kec. Kasreman Ngawi itu diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Selasa (5/11) setelah menjalani penyidikan.

Diketahui, Andini Ayuningtyas, putri dari tersangka Juniarno tewas dengan dengan penuh luka lebam. Tersangka tega membunuh anaknya sendiri lantaran kesal terus menangis.

Berdasarkan keterangan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Selasa (05/11), peristiwa itu berawal dari pertengkaran antara pelaku dengan Dwi Rahayu (27), istrinya. Awalnya pelaku berpamitan pada istrinya akan merantau ke Tangerang, namun sang istri tidak memberikan izin.

Tetapi, tersangka tetap bersikukuh untuk berangkat merantau untuk bekerja sebagai sopir. Akhirnya si istri pelaku menyerahkan anak bayinya kepada pelaku.

Pengakuan Dwi Rahayu, dirinya tidak mengizinkan pelaku merantau karena cemburu. Hal ini juga membuat pasangan suami istri (pasutri) tersebut sering cekcok dalam rumah tangga.

"Awalnya pelaku meminta izin akan merantau ke luar daerah, akan tetapi istri pelaku tidak mengizinkan yang akhirnya timbul pertengkaran," jelas Kapolres, Selasa (05/11).

Selanjutnya, korban dijemput tersangka pada hari Jumat (1/11) lalu di rumah istrinya untuk dibawa pulang ke rumah tersangka yang ada di Desa Ngawi Purba, Kec. Ngawi. Dan pada Sabtu (2/11) sore, sewaktu di rumah orang tua tersangka, Andini Ayuningtyas rewel hingga pelaku jengkel dan memukul bayi yang masih berumur 5 bulan tersebut sebanyak 7 kali dengan memakai tangan.

Nahas, pada malam harinya bayi nahas tersebut sakit, lalu pada hari Minggu pagi dibawa ke Puskesmas Ngawi Purba. Begitu sampai di tempat, korban dinyatakan telah meninggal.

"Jadi karena jengkel saat bayi tersebut rewel pelaku menjadi emosi dan memukul dengan tangan pada beberapa tubuh korban," terang Pranatal Hutajulu.

Dari pengakuan tersangka dan dikuatkan beberapa saksi, pelaku akhirnya ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam tewasnya bayi yang berumur 5 bulan tersebut. (nal/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...