Senin, 21 Oktober 2019 00:31

Soal Kondisi Jembatan Muharto, Pemkot Malang Tunggu Kajian Final dari UB

Rabu, 09 Oktober 2019 21:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Soal Kondisi Jembatan Muharto, Pemkot Malang Tunggu Kajian Final dari UB
Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (tengah berpeci) saat mendampingi rombongan Komisi C DPRD sidak di jembatan Muharto, Senin (7/10) lalu. foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang Sutiaji angkat bicara terkait kondisi jembatan Muharto yang kian memprihatinkan. Hal ini sekaligus menanggapi permintaan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin agar Pemkot mengeluarkan surat tertulis adanya bencana darurat, terkait jembatan Muharto.

"Kami masih menunggu hasil tim kajian UB Malang dan usulan pengajuan dari DPUPR Kota Malang. Pemkot tidak ingin gegabah dalam menyikapi satu hal persoalan. Ini juga untuk meminimalisir persoalan hukum di kemudian hari," kata Sutiaji.

"Kendati ini demi kepentingan masyarakat, segala sesuatunya harus sesuai mekanisme yang ada. Kami tetap akan mengambil sikap, tapi setelah ada hasil kajian UB secara keseluruhan," tegasnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala DPUPR Hadi Santoso menyatakan bahwa mekanisme perbaikan jembatan Muharto memang seperti itu. "Nantinya, setelah kajian selesai dikeluarkan oleh UB, biaya anggaran pekerjaan akan dihitung oleh UB, berapa kebutuhan pastinya. Penyangga yang akan dikerjakan kami buat untuk jangka lima tahun kekuatannya. Kenapa saya buat lima tahun? Karena pengajuan anggaran pekerjaan tersebut butuh proses yang cukup panjang dan ketat persyaratannya. Sekiranya tidak sampai lima tahun biaya penyangga sudah siap, kita menyesuaikan kondisi di lapangan seperti apa nantinya," pungkasnya.

"Kami secepatnya akan menyampaikan surat tertulis usulan pengajuan ke Pemkot," tambah Soni sapaan Hadi Santoso.

Sebelumnya, diketahui berdasarkan hasil uji Forensik UB Malang, kondisi jembatan Muharto tinggal 40 persen. Jembatan tersebut sudah tidak bisa dilintasi kendaraan bertonase berat. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...