Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tampak sangat peduli terhadap jemaah haji, terutama yang sepuh-sepuh, di Asrama Haji Suolilo Surabaya, Sabtu (7/9/2019). foto: istimewa/ bangsaonline.com
(Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kedatangan jemaah haji pebuh perhatian terutama terhadap jemaah yang sepuh-sepuh di Asrama Haji Suolilo Surabaya, Sabtu (7/9/2019). foto: istimewa/ bangsaonline.com)
Meski saat ini pemerintah sudah memberikan pelayanan maksimal, khususnya pelayanan melalui sistem zona di Makkah, pengiriman bagasi langsung ke kamar jemaah. Kedepan ia berharap semoga layanan tersebut juga dapat dilaksanakan di Madinah. Sehingga para jama'ah haji betul- betul fokus ibadah karena hal teknis telah terfasilitasi dengan baik.
“Format-format seperti ini, yang makin hari akan makin mempermudah para Jemaah, sehingga nantinya kita harapkan bisa meningkatkan khusyuknya ibadah haji dan akhirnya kembali ke tanah air mendapat predikat haji mabrur,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.
Sedangkan untuk peningkatan layanan dalam negeri, dirinya berharap agar tahun depan, bandar udara (bandara) Juanda sudah bisa melaksanakan layanan fast track bagi para jemaah haji. Layanan itu sendiri sudah dilaksanakan di Jakarta. Dengan adanya layanan tersebut, diharapkan para calon jemaah haji nantinya tidak perlu lagi mengantri di bagian imigrasi, sehingga bisa mempersingkat waktu keberangkatan.
Tak lupa Gubernur Khofifah, memanjatkan doa kepada jemaah haji agar mereka semua bisa menjadi haji yang mabrur. Ia juga meminta kepada para hadirin dan masyarakat Jatim untuk sama-sama mengawal kemabruran para jemaah haji pasca kepulangan ke daerah masing-masing.
Kedatangan para jemaah haji kloter 61 sendiri berjumlah 445 jemaah. Mereka berasal dari Kabupaten/Kota Mojokerto sebanyak 190 jemaah dan sisanya sebanyak 255 jemaah berasal dari Bali.
Sementara itu, dari total 85 kloter jemaah haji asal Jatim menuju ke tanah suci Mekkah Arab Saudi, sebanyak 62 kloter sudah kembali ke tanah air hingga hari ini. Jadwal kepulangan mereka sudah dimulai sejak 18 Agustus 2019 hingga kloter terakhir yang rencananya akan kembali pada 15 September 2019 mendatang. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




