Ichsan Marsha
MAKKAH,BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melarang seluruh jemaah haji Indonesia mengikuti kegiatan ziarah maupun city tour sebelum rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan.
Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima menjelang pelaksanaan fase inti ibadah haji.
BACA JUGA:
- Istri Wafat Saat Bertugas Haji, Wamenhaj Datangi Keluarga Muhaimin di Kota Malang
- Lebih dari 73 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Dipulangkan, Kemenhaj Ingatkan Soal Zamzam
- Sehari 8.000 Jemaah Masuk Raudhah, Haji Indonesia Gelombang II Mulai Padati Nabawi
- Berantas Praktik Non-Prosedural, Kemenhaj Tertibkan KBIHU Nakal
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan Armuzna merupakan rangkaian utama ibadah haji yang membutuhkan kesiapan stamina, kesehatan, mental, dan spiritual para jemaah.
“Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” ujar Ichsan Marsha dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah, Kamis (7/5/2026).
Melalui surat edaran terbaru, Kemenhaj meminta seluruh jemaah dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak mengagendakan maupun memfasilitasi kegiatan ziarah atau city tour ke luar Kota Makkah dan Madinah sebelum seluruh proses Armuzna selesai.
Kementerian juga meminta para pembimbing ibadah lebih memfokuskan pendampingan pada kesiapan fisik, mental, spiritual, serta pemahaman manasik jemaah menjelang wukuf dan rangkaian ibadah di Armuzna.
Selain itu, seluruh aktivitas pergerakan jemaah wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan petugas resmi, baik PPIH kloter, bidang perlindungan jemaah, maupun sektor terkait guna menjaga keselamatan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah haji.
Hingga Rabu (6/5/2026), penyelenggaraan ibadah haji dilaporkan berjalan lancar dan terkendali.
Sebanyak 267 kloter dengan total 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci.
Sementara itu, sebanyak 258 kloter dengan 100.125 jemaah telah tiba di Madinah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 109 kloter dengan 42.340 jemaah telah berada di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Kemenhaj juga menyampaikan bahwa pemberangkatan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah mulai dilakukan sejak 6 Mei 2026.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




