Para Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri saat mengikuti acara manasik haji sekaligus pelepasan ke Tanah Suci. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menghadiri manasik haji sekaligus pelepasan 1.205 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Kediri tahun 2026 di Convention Hall SLG, Selasa (7/04/2026).
Kegiatan tersebut digelar mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Tahun ini, sebanyak 1.205 jamaah diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni 109, 110, 111, dan 112. Para jamaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 dan 20 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Dewi menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat cuaca di Arab Saudi diperkirakan sangat panas. Ia mengingatkan jamaah untuk tidak mengabaikan aspek kesehatan selama menjalankan ibadah.
"Mayoritas JCH Kabupaten Kediri adalah lansia, sehingga menjaga kondisi kesehatan adalah prioritas utama. Kesehatan itu mahal harganya. Harapan kita semua, berangkat sehat, pulang pun dalam kondisi sehat dan lengkap," ujar Dewi.
Ia juga membagikan sejumlah tips kepada jamaah, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, tetap berkelompok saat keluar dari maktab atau penginapan, serta selalu berkoordinasi dengan ketua rombongan sebelum bepergian.
"Bawa nama baik Kabupaten Kediri di sana," ucap Dewi.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga mempertahankan tradisi memberikan bekal khas daerah berupa sambal pecel kepada jemaah.
Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi pengobat rindu terhadap cita rasa masakan kampung halaman selama berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, KH Kholiq Nawawi, menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan jamaah dalam keadaan baik setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis.
"Terkait administrasi, sebagian besar jamaah sudah melunasi Ongkos Naik Haji (ONH), dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian. Kami optimis semua berjalan lancar," kata KH Kholiq.
Di antara ribuan jamaah tersebut, terdapat sosok lanjut usia berumur 104 tahun, yakni Mbah Martiyah, warga Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen.
Di usia yang sangat lanjut, Mbah Martiyah tetap berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama puluhan tahun dari hasil berjualan jenang.
Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026. Mbah Martiyah yang lahir pada 1 Juli 1921 sehari-hari berjualan jenang di teras rumahnya.
Berbagai jenis jenang dijualnya, mulai dari jenang sumsum, grendul, ketan ireng, hingga jenang mutiara. (uji/van)

























