Sabtu, 21 September 2019 16:55

Di Balik Polemik IPAL Pasar Minulyo, DLH Pacitan Pastikan Belum Ada Dokumen Lingkungan

Senin, 17 Juni 2019 16:26 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Di Balik Polemik IPAL Pasar Minulyo, DLH Pacitan Pastikan Belum Ada Dokumen Lingkungan
H. Ari Priyambodo, Kabid Tata Lingkungan DLH Pacitan. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAAONLINE.com - Polemik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Minulyo Pacitan terus menghangat. Terlebih, pasar yang pernah diresmikan Presiden SBY itu ternyata belum memiliki dokumen lingkungan.

Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat Ari Priyambodo, saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan akan melakukan pengecekan perihal dokumen lingkungan tersebut. Sebab saat itu yang bersangkutan belum menjabat sebagai Kabid di DLH.

"Coba konfirmasi ke Mas Yoni, sebab yang bersangkutan yang lebih paham. Saat itu saya belum dimutasi ke DLH," kata Ari Priyambodo, Senin (17/6).

Saat dikonfirmasi, Kasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pacitan Yoni Kristanto memastikan, sampai detik ini Pasar Minulyo memang belum melengkapi dokumen lingkungan. Namun, ia tidak bisa memberikan penjelasan soal IPAL yang ada di kios ikan tersebut.

"Dulu sekitar tahun 2014 memang pernah mengajukan permohonan dokumen lingkungan. Namun tidak berlanjut. Apa penyebabnya, kami tidak begitu memahami. Apakah terkait anggaran atau sebab lain, pihak UPT Pasar yang lebih memahami," jelas Yoni, saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Yoni meminta agar wartawan mencari keterangan dari pihak UPT Pasar perihal batalnya permohonan dokumen lingkungan saat itu. "Yang lebih tahu itu Kepala UPT Pasar Minulyo. Lebih jelasnya konfirmasi ke sana (UPT Pasar)," pintanya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, wartawan belum bisa bertemu dengan pihak UPT Pasar Minulyo.

Sebagaimana pernah diberitakan, salah seorang anggota paguyuban pasar Minulyo Pacitan John Vera Tampubolon mengkritisi proyek IPAL di kawasan Pasar Minulyo, tepatnya di kios ikan lantaran ditengarai tidak ada dampak dalam mereduksi limbah. 

Namun tudingan John Vera itu dibantah Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Minulyo Effendi. Menurutnya, IPAL tersebut sudah banyak mengurangi polusi bau. "Dulu sebelum IPAL dibangun, saat kemarau seperti ini baunya sangat menyengat. Namun sekarang tidak ada lagi (bau)," ujarnya, Ahad (16/6) kemarin. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...