Rabu, 24 April 2019 05:47

Santri di Senori Dapat Pelatihan Budidaya Tembakau

Kamis, 11 April 2019 20:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Santri di Senori Dapat Pelatihan Budidaya Tembakau
Suasana pelatihan budidaya tembakau dan pemasaran hasil panen di Ponpes Mansyaul Huda Dua, Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Jawa Timur menggelar pelatihan budidaya tembakau dan pemasaran hasil panen di aula Ponpes Mansyaul Huda Dua, Senori, Tuban, Kamis (11/4).

Pelatihan yang ditujukan kepada Kelompok Santri Tembakau Milenial (KSTM) ini mendatangkan peneliti tanaman pemanis dan serat, Mochammad Sholeh. Ia memberikan pengetahuan seputar jenis-jenis tembakau untuk bahan rokok putih, kretek, dan tingwe, yang dihasilkan daun tembakau jenis VO. Tembakau jenis ini biasanya ditanam di akhir musim hujan dan panen di musim kemarau. 

"Sebaliknya jenis daun tembakau NO sebagai bahan rokok cerutu biasannya ditanam di akhir musim kemarau, dan panen pada musim hujan," terangnya.

Pelatihan itu juga memberikan kesempatan para peserta untuk bertanya seputar budidaya dan pemasaran tembakau. Salah satunya penanya adalah Singgih (33). Ia bertanya tentang harga jual daun tembakau yang harus dipilah-pilah mulai bagian atas, tengah, dan bawah.

Menjawab hal ini, Mochammad Sholeh menjelaskan bahwa di dalam daun tembaga terdapat kadar nikotin yang berbeda-beda, sehingga strandar harga jualnya juga berbeda. Harga daun tembakau dibedakan tiap bagiannya, yakni mulai paling tinggi harganya, yakni daun paling atas atau pucuk, kemudian tengah, dan harga terendah adalah daun di bagian bawah. 

"Sisi strandar harga pemasarannya itu. Artinya, hasil tembakau yang dijual adalah Fancy Product atau mutu kualitas tanaman yang dihasilkan oleh para pelaku (petani)," terangnya.

Sementara menurut putra K. M. Muhyiddin Munawar Pengasuh Ponpes Mansyaul Huda 2, KH. Abdul Muis berharap pelatihan seperti dapat memberikan manfaat bagi kalangan santri santriwati. "Syukur-syukur para santri juga akan menularkan ilmu perkebunan atau pertaniannya budidaya seperti ini ke masyarakat atau tokoh muda sekitar," ungkapnya. (ahm/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...