Rabu, 24 Juli 2019 04:22

Mengaku Jenderal Polisi, Komplotan Penipu Online Tipu Warga Blitar, Salah Satu Pelaku Penyiar Radio

Senin, 24 Desember 2018 14:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Mengaku Jenderal Polisi, Komplotan Penipu Online Tipu Warga Blitar, Salah Satu Pelaku Penyiar Radio
Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar Kota menangkap dua warga asal Sulawesi Selatan. Mereka diamankan lantaran mengaku sebagai jenderal polisi dan menipu warga Kota Blitar hingga jutaan rupiah.

Keduanya adalah Kemal M Tarau (51) warga Jalan HM Arsyad Kecamatan Soreang, Kota Pare-pare yang mengaku berprofesi sebagai penyiar radio dan Andi Rio Patarusi (29) warga Jalan Pongsimpin Kelurahan Mungkajang Kota Paloo. Sementara satu pelaku lainnya Acok Tongeng hingga kini masih dalam pengejaran.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, sebelumnya Polres Blitar Kota mendapatkan laporan dari korban Muhammad Syamsuri Sidik (65), warga Jalan Bali, Plosokerep, Kota Blitar. Dalam laporannya korban mengaku telah ditipu oleh seseorang yang mengaku jenderal polisi, untuk mentransfer sejumlah uang ke nomer rekening atas nama pelaku Kemal.

"Pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp dengan foto profil jenderal polisi yang dimaksud yang juga telah dikenal oleh korban. Saat itu pelaku meminta korban mentransfer uang sebesar Rp 3 juta untuk keperluan membantu orang sakit dan akan dikembalikan kesesokan harinya. Namun setelah ditunggu di hari berikutnya, tidak kunjung ada jawaban dari nomer WA tersebut," ungkap AKBP Adewira Negara Siregar, Senin (24/12/2018).

Atas laporan ini, Satreskrim Polres Blitar Kota langsung melakukan koordinasi dengan Polres Pare-pare karena rekening tujuan korban mentransfer uang berada di Pare-pare. Dari nomer rekening ini pula terungkap identitas kedua pelaku.

"Ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing. Dengan pelaku utama Acok Tongeng yang saat ini masih dalam pengejaran. Acok Tongeng berperan menghubungi korban melalui WhatsApp, sedangkan Andi menarik uang dari nomer rekening dan menyerahkan ke Acok. Sedangkan Kemal berperan membuat nomer rekening yang digunakan untuk aksi penipuan ini," ungkap Adewira.

Kedua pelaku dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan undang-undang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Atas kejadian ini Kapolres Blitar AKBP Adewira Negara Siregar mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan modus penipuan serupa. (ina/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...