Minggu, 26 Mei 2019 11:18

Wali Kota Sugeng Rismiyanto: Madiun Tidak akan Ada Industri dengan Polusi Tinggi

Jumat, 02 November 2018 22:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Wali Kota Sugeng Rismiyanto: Madiun Tidak akan Ada Industri dengan Polusi Tinggi
Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Madiun telah menentukan kebijakan memilih pengembangan industrinya di bidang perdagangan dan jasa. Hal ini disampaikan Wali Kota Sugeng Rismiyanto. Menurutnya, bidang itu lebih cocok diterapkan di daerah yang dipimpinnya.

Adapun alasannya karena faktor kewilayahan. Ia menilai industri dengan polusi tinggi tidak cocok dikembangkan di Kota Madiun. Apabila dikembangkan, industri dengan polusi tinggi dianggap bisa menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan. Sebab Madiun kota kecil dengan penduduk yang cukup padat

"Jangan sampai (Kota Madiun) dijadikan sebagai kota industri yang dampaknya terhadap lingkungan lebih berat," ujar dia dalam konferensi pers ‘Festival UMKM dan pengembangan pembangunan ekonomi daerah pasca tol Trans Jawa dan Double Track Railway’ yang digagas Perwakilan Bank Indonesia, cabang Kediri.

Sugeng mencontohkan keberadaan Pabrik Gula Rejo Agung yang berdiri sejak 1894 justru menimbulkan polusi. Sebagian warga yang tinggal di wilayah Kecamatan/Kabupaten Madiun terkena dampaknya. Saluran irigasi di kawasan permukiman berbau tidak enak.

“Pabrik itu milik PT Rajawali I, bukan punya pemkot. Tapi kita yang harus berperan terhadap pencemaran air yang ditimbulkan," kata dia.

Berdasarkan pengalaman itu, maka pemkot tidak akan mengembangkan sektor industri yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan terlalu besar. “Lebih baik mengembangkan bidang lain yang tidak berdampak serius terhadap keseimbangan alam," ujar Sugeng.

Sejak beberapa waktu terakhir, Sugeng menyatakan pengembangan ekonomi di Kota Madiun diarahkan ke bidang properti. Hal itu terbukti dari semakin bermunculannya hotel berbintang, seperti Aston, Amaris, dan Sun Hotel. “Meski kita (pemkot) tidak memiliki wisata alam, tapi menginapnya wisatawan tetap di sini," kata dia.

Disinggung tentang rencana pengembangan perekonomian pasca jalan tol dan double track beroperasi, Sugeng menyatakan kepala daerah di wilayah Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten/Kota Madiun dan Ponorogo) harus bisa mengambil peluang tersebut dan Kota Madiun siap menjadi pelengkap bagi pengembangan investasi di daerah tetangga, seperti Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan yang memiliki wilayah lebih luas.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, menjelaskan pengembangan potensi ekonomi ditentukan dari kebijakan daerah masing-masing. Karena itu, pihak BI memfasilitasi agar peningkatan investasi di wilayah wilayah eks-Karesidenan Madiun berjalan lancar.

“Kami akan menggelar seminar yang dihadiri pemerintah daerah, BUMN, dan perusahaan besar seperti PT SIER," kata dia.

Seminar bertajuk ‘Upaya mendorong pertumbuhan investasi manufaktur dan pariwasata di eks-Karesidenan Madiun- Kediri pasca pembangunan tol Trans Jawa dan double track railway’ itu digelar Jumat (2/11). Kegiatan itu merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kediri di Kota Madiun selama tiga hari, yakni mulai 2-4 November 2018. (hen/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...