Kantor Wali Kota Blitar tampak dijaga ketat oleh petugas Kepolisian.
"Saya gak tahu kalau soal itu, saat ini kami hanya berserah kepada Allah berharap yang terbaik," jelasnya ramah.
Sementara menurut keterangan Kasatreskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono, tim penyidik KPK sudah meninggalkan Mapolres Blitar Kota, Minggu (10/6/2018) pagi. Petugas KPK yang terdiri dari dari beberapa tim itu berada di Blitar sejak beberapa hari terakhir untuk melakukan OTT di Kota Blitar dan Tulungagung sejak Rabu (6/6/2018) dan mengumpulkan barang bukti disejumlah tempat pasca OTT.
"Tim KPK sudah bergeser ke Jakarta," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.
Meski begitu, Heri tidak tahu persis bukti apa saja yang dibawa tim penyidik KPK dari Kota Blitar. Menurutnya, Polres Blitar Kota hanya diminta bantuan 10 personel untuk mengamankan proses penggeledahan yang dilakukan KPK di Kota Blitar. "Kami hanya membantu pengamanan saja," ujarnya.
Operasi senyap KPK di Kota Blitar dan Tulungagung ini berkaitan dengan dengan dugaan suap yang dilakukan seorang kontraktor asal Kota Blitar Susilo Prabowo. Di Kota Blitar suap bos kontraktor itu diduga mengalir kepada Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar sebanyak Rp 1,5 miliar. Suap itu diduga terkait dengan ijon proyek pembangunan SMPN 3 Kota Blitar di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul.
Dalam OTT, KPK mengamankan Susilo Prabowo dan seorang bernama Bambang Pramono. Sementara Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar menyerahkan diri ke KPK Jumat (8/6/2018) malam setelah sempat menghilang pasca Susilo Prabowo dan Bambang Pramono diamankan. (ina/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




