Minggu, 18 Agustus 2019 23:08

Terkait Vonis Samanhudi, Wawali Mengaku Belum Siapkan Rencana Tata Pemerintahan

Jumat, 25 Januari 2019 13:49 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
Terkait Vonis Samanhudi, Wawali Mengaku Belum Siapkan Rencana Tata Pemerintahan
Wakil Wali Kota Blitar Santoso.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Hakim pengadilan Tipikor Surabaya memvonis Wali Kota Blitar nonaktif M. Samanhudi Anwar dengan hukuman pidana penjara selama 5 tahun serta denda sebesar Rp 500 juta. Selain hukuman badan, Samanhudi juga dihukum pencabutan hak politiknya selama 5 tahun. Pasca penjatuhan vonis terhadap Samanhudi, Pemkot Blitar langsung menggelar jumpa pers, Jumat (25/1).

Dalam jumpa pers tersebut, Wakil Wali Kota Blitar Santoso mengaku belum punya rencana apapun untuk memaksimalkan penyelenggaraan pemerintahan Kota Blitar di sisa masa jabatan Samanhudi-Santoso. Menurut Santoso, pihak kuasa hukum Samanhudi masih menyatakan pikir-pikir dengan vonis yang dijatuhkan.

Untuk itu, pihaknya masih akan menunggu sepekan menentukan langkah yang akan diambil Pemkot Blitar. Atau setelah kuasa hukum menentukan langkah hukum, apakah mengajukan banding atau tidak.

"Kami masih menunggu sepekan ke depan, baru langkah selanjutnya akan kami sampaikan," kata Santoso.

Menurut Santoso, setelah satu pekan ketika Samanhudi sudah menentukan langkah terbaik, itu merupakan titik awal baginya untuk meletakkan landasan dan menentukan kebijakan strategis selanjutnya. Termasuk menentukan siapa yang akan menggantikanya sebagai wawali saat Santoso naik menggantikan Samanhudi sebagai Wali Kota Blitar.

"Mekanisme ada di dewan. Masih harus sidang paripurna, kemudian diusulkan Gubernur. Pemerintah daerah hanya sebatas memberikan pengantar saja. Belum ada nama sama sekali," jelasnya.

Di tempat yang sama, kuasa hukum Samanhudi, Bambang Harjuno membenarkan pihaknya masih pikir-pikir dengan vonis lima tahun penjara bagi Wali Kota nonaktif Blitar itu.

"Kami bicarakan dulu dengan keluarga dan beberapa pihak lainnya. Intinya, Pak Samanhudi tidak pernah menerima uang suap itu dan tidak ada kerugian negara yang ditimbulkannya," ungkap Bambang. (ina/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...