JEMBER,BANGSAONLINE.com - Menyongsong Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat konsolidasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi gejolak harga kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas inflasi daerah.
Rapat koordinasi yang berlangsung secara daring di lingkungan Sekretariat Daerah tersebut melibatkan pemerintah pusat dan membahas sejumlah isu strategis.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Di antaranya stabilisasi harga bahan pokok, percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, serta sinkronisasi dukungan terhadap program pembangunan tiga juta unit rumah secara nasional.
Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang bulan puasa.
“Data pemantauan pasar menunjukkan lonjakan harga pada cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, dan kedelai impor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Peningkatan permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor pendorong naiknya harga komoditas tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan intervensi menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




