Strategi itu mencakup penguatan produksi melalui dukungan kepada petani dan kerja sama antar daerah, pengawasan distribusi di tingkat grosir lewat sidak Satgas Pangan, serta peningkatan transparansi harga di tingkat konsumen melalui publikasi HET.
“Upaya lain yang disiapkan adalah menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia guna memperkuat suplai cabai dari daerah sentra di Jawa Tengah dan Jawa Barat, termasuk kemungkinan bantuan bibit melalui skema CSR,” jelasnya.
Di sisi perlindungan konsumen, Pemkab juga mempercepat fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM agar produk lokal memiliki jaminan mutu dan keamanan sesuai regulasi nasional.
Tak kalah penting, sektor perumahan turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta peningkatan anggaran renovasi rumah tidak layak huni melalui APBD 2026 dan 2027.
Berbagai aksi nyata telah dilakukan TPID Jember, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, pelatihan budidaya cabai dalam pot, hingga distribusi bantuan sarana produksi pertanian.
“Seluruh langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga menjelang puncak konsumsi masyarakat,” imbuhnya.
Pemerintah daerah juga meminta setiap OPD terkait untuk menyusun laporan terperinci atas setiap kegiatan intervensi sebagai bahan evaluasi kebijakan. (nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




