Rabu, 03 Juni 2020 22:05

Tunjukkan Keragaman, Ribuan Santri di Kediri Ikuti Parade Budaya

Minggu, 15 April 2018 18:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Tunjukkan Keragaman, Ribuan Santri di Kediri Ikuti Parade Budaya
Karapan sapi, budaya dari Madura tak ketinggalan memeriahkan parade. foto: ARIF K/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Punya banyak santri yang berasal dari berbagai suku dan mempunyai budaya beragam, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri menggelar parade budaya, Minggu (15/4).

Untuk menunjukkan keragaman mereka, dalam kirab parade menunjukkan budaya asal mereka masing-masing. Mulai dari budaya Dayak, Madura, Reog Ponorogo, Jaranan, dan berbagai budaya lain.

Meski di bawah terik matahari, para santri ini tampak antusias, apalagi dalam kirab disaksikan langsung oleh para masyayih pengasuh ponpes Al-Falah. Di antaranya KH. Zainudin Djazuli, KH. Nurul Huda Djazuli, dan KH. Fuad Mun'im.

Menurut Gus Dah, sapaan KH. Nurul Huda Djazuli, parade ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan dalam setiap tahun, terutama dilaksanakan saat akan digelar haflah akhirussanah. Para santri pun sangat antusias. "Ini sudah ketiga kalinya parade dilaksanakan," ujarnya.

Sengaja menampilkan keberagaman budaya, kata Gus Dah, karena yang belajar di pondok yang berdiri tahun 1925 ini sangat beragam, dari berbagai pulau di Indonesia yang mempunyai keragaman budaya. "Memang santrinya dari mana-mana, ya mereka tampilkan budaya asal mereka," terangnya.

Dengan parade santri yang menunjukkan budaya asal ini, diharapkan, para santri tidak hanya bisa mengaji, tapi juga mengenal budaya mereka. "Kalau kyai zaman dulu, tidak mengenal budaya-budaya seperti itu, kenalnya hanya ngaji dan ngaji. Tapi sekarang, para kyai sudah membuka diri dengan menerima budaya-budaya yang ditunjukkan dalam parade ini," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi sangat mengapresiasi ada kegiatan parade santri ini. Sebab menurutnya, santri salah satu pilar yang menjaga NKRI. "Tentunya dengan menampilkan keberagaman budaya ini, sedikit membantu kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI yang mempunyai keragaman budaya," ujarnya.

Parade budaya yang diikuti sekitar 2000 santri ini, kata Kapolres juga menunjukkan rasa nasionalisme para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan. "Banyaknya para santri yang ikut parade dengan menunjukkan budaya asal mereka merupakan tumbuhnya jiwa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI," pungkasnya. (rif/rev)

(Para masyayikh pengasuh ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kediri dan juga Kapolres Kediri Kota saat menyaksikan parade budaya.)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...