Angkat Tradisi Tosan Aji, RKA Senapati Nusantara ke-3 Digelar di Sleman

Angkat Tradisi Tosan Aji, RKA Senapati Nusantara ke-3 Digelar di Sleman Wasekjen Senapati Nusantara, Nurjianto.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Senapati atau Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara akan menggelar Rapat Kerja Agung (RKA) ke-3 yang dirangkaikan dengan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji pada 17-18 Januari 2026. Acara nasional ini akan berlangsung di Pendapa Kridha Manunggal, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung tema 'Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi', kegiatan ini menjadi wujud komitmen Senapati Nusantara dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya tosan aji sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wasekjen Senapati Nusantara, Nurjianto, saat kunjungan ke Kediri, Senin (12/1/2026). Menurut dia, RKA merupakan forum strategis untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja nasional sekaligus memperkuat konsolidasi antar anggota dari berbagai daerah.

“RKA ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan perumusan program kerja organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sinergi antar paguyuban dan pelestari tosan aji. Pagelaran dan bursa tosan aji juga kami hadirkan sebagai media edukasi, apresiasi, serta penguatan ekosistem budaya tosan aji di tengah masyarakat dengan melibatkan seluruh anggota Senapati Nusantara,” paparnya.

Ia menambahkan, rangkaian pagelaran dan bursa akan menampilkan berbagai koleksi tosan aji Nusantara, karya empu dan pengrajin, serta aktivitas budaya yang bersifat edukatif dan terbuka bagi publik. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai historis, filosofis, dan artistik tosan aji.

RKA Senapati Nusantara ke-3 dijadwalkan berlangsung pukul 09.00-21.00 WIB, dengan melibatkan paguyuban Senapati Nusantara, komunitas, empu, pengrajin, kolektor, serta pemangku kepentingan budaya dari berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, Senapati Nusantara ingin menegaskan perannya sebagai jembatan sinergi antara pelestari budaya, masyarakat, dan pemangku kebijakan, agar tradisi tosan aji tetap hidup, berdaya, dan berkelanjutan,” kata Nurjianto. (uji/mar)