Patung Macan Putih Gemoy di Kediri Makin Viral hingga Dikunjungi Wisatawan dari Berbagai Daerah

Patung Macan Putih Gemoy di Kediri Makin Viral hingga Dikunjungi Wisatawan dari Berbagai Daerah Mbah Suwari dan patung macan putih buatannya yang kini viral. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Patung macan putih di pertigaan Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang yang semula jadi bahan ledekan warganet, kini justru viral dan mendatangkan rezeki bagi warga sekitar.

Ramainya kunjungan masyarakat ke lokasi patung tersebut berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas ekonomi. 

Pedagang makanan, minuman, hingga penjual suvenir dan kaos bertema macan putih kebanjiran pembeli. 

Pengunjung bahkan datang dari luar daerah, seperti Jombang, Nganjuk, Surabaya, Yogyakarta, Bogor, hingga Jakarta, menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus rombongan.

Patung itu sebelumnya sempat diledek mirip kuda nil, zebra, hingga kapibara. 

Namun, di balik viralnya patung tersebut, sang pematung, Suwari atau yang akrab disapa Mbah Suwari, justru kebanjiran tawaran pekerjaan.

Mbah Suwari mengaku tak menyangka patung buatannya menjadi perbincangan luas di media sosial.

Ia menceritakan patung macan putih tersebut dibuat atas permintaan Kepala Desa Balongjeruk dan mulai dikerjakan pada 2 Desember 2025.

“Pesan Pak Lurah, saya diminta membuat patung di pertigaan Desa Balongjeruk. Patungnya macan putih, jadi saya tidak berani mengubah,” kata Mbah Suwari, Selasa (6/1/2026).

Ia juga mengaku heran dengan viralnya patung tersebut. “Saya sendiri ‘nggumun’ kenapa bisa ramai seperti ini. Saya yang membuat saja heran, kok bisa viral. Saya bikin patung macan di mana-mana ya seperti macan, tapi yang ini wajahnya malah dibilang seperti kuda nil,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Sunar Murdianingrum, pedagang suvenir kaos macan putih, mengaku merasakan langsung dampak positif dari viralnya patung tersebut. Ia menyebut banyak pengunjung datang hanya untuk berfoto.

“Pengunjung datang dari Kediri dan luar kota. Ada dari Jombang, Nganjuk, Surabaya, Yogya, Bogor, sampai Jakarta,” katanya.

Melihat peluang tersebut, Sunar bersama beberapa pedagang lain berinisiatif membuat kaos bergambar patung macan putih. Penjualannya pun cukup menjanjikan.

“Hari biasa bisa terjual sekitar 30 kaos. Kalau Sabtu, Minggu, atau hari libur bisa 50 sampai 75 kaos. Harganya antara Rp50 ribu sampai Rp75 ribu per kaos,” jelasnya.

Sunar berharap patung macan putih tersebut tidak diubah atau dibongkar. Menurutnya, justru keunikan bentuk patung itulah yang menarik perhatian pengunjung dan membawa berkah bagi pedagang kecil.

Harapan serupa disampaikan Anif, pengunjung asal Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia mengaku sengaja datang setelah melihat viralnya patung macan putih di media sosial.

“Saya tahu dari medsos, lalu penasaran datang ke sini. Wajahnya memang lucu, bukan seperti macan. Tapi justru itu yang bikin terkenal. Kalau bisa jangan dibongkar, biar tetap seperti ini,” ucap Anif. (uji/van)