Minggu, 20 Oktober 2019 19:36

19 Penderita Baru HIV/AIDS Ditemukan di Blitar

Rabu, 28 Maret 2018 10:33 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
19 Penderita Baru HIV/AIDS Ditemukan di Blitar
Krisna Yekti, Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal itu karena data Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, puluhan penderita baru ditemukan hanya dalam waktu dua bulan.

Terhitung sejak Januari hingga Februari 2018, Dinkes Kabupaten Blitar mencatat sudah ada 19 penderita baru HIV/AIDS di Kabupaten Blitar. "Iya, tahun ini selama dua bulan diawal tahun sudah ada 19 penderita baru," ungkap Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar Krisna Yekti, Rabu (28/3).

Dari jumlah itu, Dinkes merinci pada bulan Januari ada delapan penderita. Tiga orang positif HIV, dan lima orang AIDS. Sementara pada bulan Februari total ada 12 penderita, lima orang menderita HIV dan tujuh orang menderita AIDS.

"Biasanya AIDS baru akan muncul dan di rasakan ketika virus telah merusak banyak sel. Sehingga membutuhkan waktu hingga AIDS muncul, sejak pertama kali virus HIV menginfeksi tubuh pasien," jelas Krisna.

Menurut dia, jumlah 19 penderita baru HIV/AIDS ini diketahui dari penambahan pasien di klinik VCT RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Dengan tambahan 19 kasus ini, tercatat selama kurun waktu 13 tahun sejak penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu ditemukan pertama kali di Kabupaten Blitar 2005 lalu, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1.236 kasus.

Dari jumlah itu tercatat 357 penderita meninggal dunia. Penyebab utamanya masih karena perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba.

"Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menekan jumlah kasus, dengan tindakan persuasif dibantu berbagai elemen masyarakat. Dan di tahun 2018 ini kami berharap jumlah kasus juga semakin menurun," jelasnya.

Untuk diketahui dari tahun ke tahun jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar memang mengalami penurunan. Namun masih berada diatas angka seratus. Selama tiga tahun tetakhir terhitung sejak 2015 hingga 2017 Dinkes menemukan 433 kasus baru. 2017 ditemukan sebanyak 115 penderita baru, tahun 2016 ada sebanyak 160, sedangkan tahun 2015 lalu tercatat 158 kasus baru. (ina/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...