Kamis, 18 Juli 2019 12:54

Penyuka Sesama Jenis Duduki Peringkat Kedua Penyumbang HIV/AIDS di Kota Blitar

Kamis, 17 Januari 2019 16:20 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Penyuka Sesama Jenis Duduki Peringkat Kedua Penyumbang HIV/AIDS di Kota Blitar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar M. Muchlis.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kota Blitar mencatat 175 kasus HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan 2004 hingga 2018. Dari jumlah tersebut, perilaku seksual menyimpang atau penyuka sesama jenis menduduki peringkat kedua penyumbang angka penderita HIV/AIDS. Jumlahnya mencapai 26 penderita. 

Sedangkan di posisi pertama masih didominasi oleh perilaku seks bebas dengan jumlah penderita mencapai 143 orang.

"Ada sekitar 175 kasus. Dari total 175 kasus ini heteroseksual atau seks bebas mencapai 143 orang, penyuka sesama jenis sebanyak 26 orang, penularan dari ibu ke anak 3 orang dan penularan melalui jarum suntik penggunaan narkoba 2 orang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar M. Muchlis, Kamis (17/1/2019).

Penemuan jumlah kasus tersebut, lanjut dia, berasal dari pemeriksaan oleh petugas terkait yang tersebar mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Dengan kondisi ini, Dinkes Kota Blitar melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka penularan HIV/AIDS. Upaya pencegahan yang dilakukan diantaranya dengan proaktif menemukan penderita sedini mungkin. 

"Sesuai dengan petunjuk Kementerian Kesehatan Dinkes Kota Blitar berusaha proaktif menemukan penderita sedini mungkin. Namun tetap bijaksana artinya tidak memaksa," imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan semua sektor. Mulai dari kelurahan hingga kecamatan. "Kami mengkoordinasikan ke semua sektor kesehatan agar setiap menemukan pasien yang diindikasi mengalami masalah kesehatan ke arah HIV untuk segera melaporkan ke Dinkes. Sehingga petugas segara turun ke lapangan untuk tindak lanjut. Baik berupa konseling dan arahan serta tindakan pengobatan," terangnya.

Di sisi lain, Dinkes juga mengajak masyarakat berani memeriksakan kondisi kesehatan dirinya sedini mungkin. Apalagi jika sebelumnya pernah melakukan kegiatan yang rawan penularan HIV.

"Masyarakat juga harus aktif memeriksakan kesehatan. Kalau sakit segeralah memeriksakan diri nanti yang akan menentukan apa penyakitnya adalah dokter. Masyarakat harus memberanikan diri sebagai upaya pencegahan. Karena kalau cepat terdeteksi penderita juga bisa hidup normal," pungkasnya. (ina/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...