Selasa, 18 Juni 2019 18:42

​ Jokowi Gagal Merangkul, SBY Tolak Kader Demokrat Masuk Kabinet

Senin, 25 Agustus 2014 18:44 WIB
​  Jokowi Gagal Merangkul, SBY Tolak Kader Demokrat Masuk Kabinet
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat sebagai penentu kebijakan di partainya. Foto: Indopos.com

JAKARTA(BangsaOnline)Presiden terpilih Joko Widodo yang belakangan ini berupaya merangkul parpol koalisi pendukung Prabowo-Hatta tampaknya gagal total. Yang sudah pasti menolak adalah Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak mendukung jika ada kader Partai Demokrat berniat masuk ke dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hal itu dikatakan Ketua Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8).

Dia menegaskan sikap SBY itu karena Partai Demokrat bukan bagian dari koalisi pemenang Pilpres 2014.

Menurutnya, jika ada kader Demokrat dipinang Jokowi-JK untuk masuk kabinet maka mesti lewat satu pintu, persetujuan SBY selaku Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Harus persetujuan ketua umum (SBY). Kalau di ketua umum, pasti tidak dikasih karena bukan bagian dari koalisi," kata Syarif.

Dia menekankan bahwa partainya bakal jadi partai penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun ke depan.

"Tidak masuk koalisi pemerintah (Jokowi-JK). Saya dengar Koalisi Merah Putih (lima partai lain pendukung Prabowo-Hatta) itu sama dengan Demokrat, partai penyeimbang juga," jelas Syarif Hasan.

Sepertigencar diberitakan bahwa Jokowi merangkul partai koalisi pendukung Prabowo. Bahkan Jokowi mengklaim Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah merapat ke kubunya. Ternyata kini gagal total.

Pengamat politik Indostrategi Research and Consulting Andar Nubowo menilai langkah Jokowi itu sebagai bentuk kekhawatiran Jokowi terhadap kubu lawan yakni Koalisi Merah Putih yang kemungkinan besar menjadi oposisi.

"Bisa jadi kekhawatiran itu sengaja dikipas-kipasi oleh mereka yang ingin masuk ke kekuasaan," ujarnya saat dihubungi, Senin (25/8).

Menurut Andar, seharusnya Jokowi yakin dengan koalisi pendukungnya selama ini. Sebab, urusan negara tidak hanya bergantung kepada parlemen.

"Asa pemegang daulat negara ini yakni rakyat. Rakyat akan mencatat dan mendukung program dan kebijakan yang pro rakyat. Jika kebijakan semacam itu nanti dijegal parlemen, ada ratusan juta rakyat yang siap mendukungnya," jelasnya.

Karena itu, lanjut Andar, pasangan Jokowi-JK tidak perlu khawatir akan keberadaan kalangan oposisi di parlemen nanti. Mengingat, partisipasi rakyat semakin kuat dalam setiap pengambilan kebijakan.

"Media massa dan media sosial. Itulah saluran politik rakyat paling efektif dewasa ini. Pilgub DKI dan pilpres lalu bukti partisipasi rakyat yang rindu kepemimpinan efektif dan Indonesia bangkit, bukan pola kepemimpinan yang elitis dan bagi-bagi kekuasaan saja," demikian Andar

Sumber: Rmol.com
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...