Minggu, 21 Oktober 2018 11:59

Dihempas Bencana, Kunjungan Wisata ke Pacitan Merosot Tajam

Rabu, 13 Desember 2017 15:33 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dihempas Bencana, Kunjungan Wisata ke Pacitan Merosot Tajam
Salah satu infrastruktur jalan di Pacitan yang masih dalam proses pembersihan. Foto : IST

PACITAN, BANGSAONLINE.com- Animo kunjungan wisata ke Pacitan merosot tajam seiring terjadinya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, Selasa (28/11) lalu. Puncak kunjungan wisata yang diperkirakan bakal berlangsung saat libur Natal dan tahun baru nanti luput dari harapan.

Persoalan tersebut lebih dipengaruhi sulitnya akses menuju Pacitan, serta kondisi cuaca yang terbilang masih cukup ekstrem. Sejumlah ruas jalan, utamanya dari jalur utara yaitu Ponorogo-Pacitan kondisinya masih cukup membayakan. Sekalipun lancar, namun pengendara harus ekstra hati-hati saat melewati titik-titik longsor serta jalan ambles di Desa Gegeran yang hingga detik ini masih diberlakukan buka-tutup jalan.

Hal yang sama juga terjadi di jalur alternatif Pacitan-Solo melalui Sedeng. Jalur yang memperpendek radius menuju Pacitan tersebut saat ini kondisinya juga memprihatinkan, terutama di lokasi tanjakan, Dusun Mloko.

Selain terjadi rekahan-rekahan aspal, juga banyak lubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu-lintas. Pantauan media hingga saat ini, jalur tersebut belum ada langkah perbaikan sekalipun sudah bisa dilewati banyak kendaraan.

Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Olahraga Pacitan, Hartoko membenarkan adanya penurunan kunjungan wisata ke Pacitan. "Itu berlaku secara menyeluruh di hampir semua daerah tujuan wisata (DTW) yang ada di Pacitan," katanya, Rabu (13/12).

Ia pun juga pesimis untuk bisa mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp 10,6 miliar pasca Perubahan APBD lalu. "Kita berupaya mengejar realisasi dari target tersebut," jelasnya.

Saat ditanya DTW mana yang paling terdampak menurunnya kunjungan wisata, ‎Hartoko belum bisa memerinci secara pasti. "Yang jelas hampir semua DTW mengalami penurunan kunjungan wisata," jawabnya. (yun/ian)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...