Polisi Dalami Kebakaran Muatan Jasa Kirim Dekat Markas Brimob di Surabaya

Polisi Dalami Kebakaran Muatan Jasa Kirim Dekat Markas Brimob di Surabaya Petugas saat memadamkan api yang membakar muatan jasa kirim di dekat Markas Brimob, Jalan Gresikan, Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polisi tengah mendalami kasus kebakaran muatan jasa pengiriman online di Jalan Gresikan, yang terjadi dekat Markas Brimob pada Selasa (10/2/2026) malam. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa petugas masih menelusuri asal muasal barang.

"Masih kita uji bahan apa yang terbakar akibat terkena air, dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah mengamankan mobil yang mengangkutnya. Nantinya akan dikembangkan tentang kebenaran bahan apa tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, bahan yang terbakar diduga termasuk kategori kimia berbahaya dan bisa menjadi bahan baku racun serangga.

"Jadi kita tidak bisa menyimpulkan secara asumsi bahan apa itu sebenarnya, sebelum ada hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dan bagi masyarakat luas kami himbau jangan memutuskan kesimpulan sendiri, biarkan polisi yang bekerja secara maksimal," paparnya. 

Peristiwa bermula ketika asap putih keluar dari bak terbuka kendaraan yang dikemudikan Alvin (30). Menurut informasi yang diterima, ia menghentikan armada dan menurunkan barang berasap di tepi jalan setelah diberi tahu pengemudi lain. 

Tak lama kemudian, barang tersebut terbakar setelah terkena hujan. Alvin segera melapor ke Command Center 112. 

Tim gabungan pemadam kebakaran dan BPBD Surabaya mendapati muatan yang terbakar adalah Aluminium Fosfida 56 persen, bahan kimia berbahaya yang bereaksi saat terkena air.

Kobaran api menimbulkan bau khas karbit di sekitar lokasi. Alvin mengaku tidak mengetahui isi muatan sebenarnya.

"Memang pas hujan, saya ambil orderan itu. Customer bilang itu isi paralon sama barang kecil-kecil, nggak banyak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan informasi awal sempat menyebut kebakaran terjadi di komplek asrama polisi, namun ternyata berasal dari muatan berbahaya di kendaraan.

"Adanya peristiwa yang berbahaya itu sehingga tim kami langsung meluncur ke lokasi dengan skema penanganan khusus," katanya.

Petugas melakukan penanganan cepat dengan penyemprotan foam. Unit Hazmat dan robotik sempat disiagakan, namun tidak jadi diterjunkan penuh setelah asesmen lapangan. (rus/mar)