Pemkot Surabaya saat memberikan pendampingan korban bullying
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak perempuan di Surabaya viral di media sosial dan kini ditangani aparat serta instansi terkait.
Korban diketahui telah mendapatkan pendampingan psikologis setelah mengalami peristiwa tersebut.
Berdasarkan video yang beredar, korban tampak dikelilingi oleh sejumlah temannya. Dalam video tersebut, korban mengalami kekerasan secara lisan dan fisik.
Anak perempuan itu terlihat menangis saat perundungan terjadi. Sementara itu, beberapa anak lain tampak terus melontarkan pertanyaan kepada korban.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala DP3APPKB Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas.
Penanganan dilakukan terhadap dugaan kasus perundungan yang melibatkan anak-anak.
“Kami telah melakukan pendampingan psikologis awal, baik kepada korban berinisial CA maupun delapan anak yang menjadi terduga pelaku,” kata Ida, saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut Lurah Tambakrejo dan perangkat kampung setempat juga telah melakukan upaya mediasi.
Namun, keluarga korban memilih untuk melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum. Saat ini, keluarga korban telah melaporkan kasus dugaan perundungan itu ke kepolisian.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor TBL-B/01/I/2026/SPKT/POLSEK SIMOKERTO.
“Korban perundungan (CA) juga telah menjalani visum di RSUD dr Soewandhi Surabaya, sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.
Ida mengungkapkan bahwa korban mengalami gangguan tidur setelah peristiwa perundungan tersebut.
DP3APPKB kemudian mengarahkan korban untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan dilakukan oleh psikiater di RS National Hospital Surabaya.
“Hasil pemeriksaan psikiatri, (korban) menunjukkan mengalami depresi dan memerlukan bantuan medis agar bisa beristirahat dengan baik," pungkasnya.






