Satu Abad NU, LAZISNU dan LKNU PCNU Sidoarjo Gelar Baksos untuk Ojol

Satu Abad NU, LAZISNU dan LKNU PCNU Sidoarjo Gelar Baksos untuk Ojol Pengemudi Ojol saat pemeriksaan kesehatan oleh Lazisnu dan LKNU PCNU Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026). Foto: Ist.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Sidoarjo bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Sidoarjo menggelar baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di gedung PCNU Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026).

Selain baksos, kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 100 masehi atau 103 Hijriah ini, juga digelar pelatihan relawan ambulans.

Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, Dodi Dyauddin, menjelaskan kegiatan pengobatan gratis ini melibatkan 150 ojol dan menggandeng LKNU dan RSI Siti Hajar Sidoarjo.

"Pada harlah NU 100 masehi ada beberapa hal yang kita lakukan seperti hari ini bersama LKNU dan RSI Siti Hajar yaitu memberikan pengobatan gratis bagi pengemudi ojol dan pelatihan relawan ambulans serta pembagian sembako gratis," jelas Dodi.

Selain itu, LAZISNU PCNU Sidoarjo juga menggelar beberapa rangkaian kegiatan dalam harlah NU, di antaranya kirab NU dan apel kader di area Lumpur Lapindo.

"Insyaallah di tanggal 11 Februari ada kirab NU dan kita juga memberikan paket sembako kepada masyarakat yang dilewati kirab, di Jabon mulai Waru. Ada beberapa titik dan di tanggal 15 Februari ada apel kader di Porong lumpur Lapindo tepatnya di makam KH Anas Al Ayuby, Rois Syuriah yang terdahulu," jelasnya.

Dodi Dyauddin menambahkan LAZISNU PCNU Sidoarjo juga akan memberikan ratusan beasiswa untuk Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Sidoarjo.

"LAZISNU akan memberikan 200 beasiswa santri-santri Ma'arif yang berasal dari para donatur," kata Dodi Dyaudin.

Di kesempatan yang sama, Ketua LKNU PCNU Sidoarjo dr. Iqbal Faizin menyatakan, dalam rangkaian kegiatan ini, pihaknya memberikan upgrade pengetahuan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) kepada 50 driver ambulans LAZISNU dan relawan serta 150 ojol.

"Upgrade pengetahuan pertolongan pertama gawat darurat perlu terus ditingkatkan agar korban mendapat penanganan yang cepat dan tepat di lokasi kejadian dan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan," beber Iqbal yang juga Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Iqbal menambahkan, kegiatan ini merupakan arahan dari PWNU dan diadakan serentak di 100 titik di Jawa Timur dalam rangkaian Satu Abad NU.

"Pemeriksaan kesehatan meliputi cek gula darah, asam urat, pemeriksaan tensi, konsultasi, pemberian obat serta vitamin. Hal yang paling banyak dikeluhkan ojol meliputi nyeri sendi serta kecapekan," paparnya.

Selain mengikuti pengobatan gratis, ratusan pengemudi Ojol tersebut juga mengikuti sosialisasi PPGD oleh tenaga medis RSI Siti Hajar Sidoarjo.

"Kami berharap bekal pengetahuan ini bisa digunakan teman-teman ojol untuk memberikan pertolongan dengan sigap dan tepat bila menemukan keadaan darurat di jalan sebelum tim medis tiba di lokasi," pungkas Iqbal. (sta/rev)