”Kami apresiasi. merangkul masukan-masukan dan akan disampaikan ke pak wali untuk dijadikan pertimbangan,” imbuh Ruby Hartoyo.
Ruby menambahkan, pedagang menyampaikan sejumlah usulan. Utamanya, terkait rencana relokasi atau tempat penampungan sementara. ”Intinya itu ingin segera relokasi,” terang dia.
Di samping itu, pedagang meminta ada pemberian bantuan modal. "Pedagang juga ingin Pemkot fasilitasi pemberian permodalan. Karena mungkin ekonomi pedagang setelah kena musibah bisa dikatakan menipis. Nanti diarahkan ke Pusyar dan BAZ,” timpal Harlistyati menambahi Ruby Hartoyo.
Penanganan prioritas ini juga menjadi catatan prioritas DPRD. Dalam pengesahan P-APBD lalu, jubir pimpinan komisi Deny Novianto mengatakan pihaknya meminta ini. "Prioritaskan relokasi pedagang akibat musibah kebakaran kios Benpas, penyederhanaan perizinan dan pembuatan gedung Islamic Center," kata Juru Bicara Pimpinan Gabungan Komisi atas P-APBD, Denny Novianto.
Dalam pembacaan nota P-APBD di hadapan Wakil Wali Kota Suyitno, jajaran Forkompimda, kepala OPD, camat dan lurah di gedung DPRD setempat, Jumat (28/9) malam lalu, Denny menguraikan relokasi kebakaran Banpas butuh penanganan prioritas. "Dalam hal ini harus cepat karena menyangkut masalah hajat dan penghidupan keluarga korban. Bantuan penguatan modal diharapkan dari CSR," jelas wakil rmasalahakyat dari F-Demokrat ini. (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




