Senin, 27 Mei 2019 03:08

Pendidikan Karakter Generasi Bangsai Dinilai Menurun

Senin, 06 Februari 2017 10:14 WIB
Editor: nur syaifudin
Wartawan: yuniardi sutondo
Pendidikan Karakter Generasi Bangsai Dinilai Menurun
Arif Setya Budi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan kembali menuai kritikan. Persoalan tersebut lebih berkutat pada pembangunan karakter adat ketimuran yang selama ini di‎nilai sudah banyak menurun bahkan hilang. Pernyataan tersebut sebagaimana diungkapkan Arif Setya Budi, Ketua LSM Laskar Pemuda Desa (Laspeda) Kabupaten Pacitan, Senin (6/2).

Menurut Arif, lunturnya pendidikan karakter, lebih dipengaruhi banyaknya menu kurikulum yang harus‎ dipelajari siswa didik. Selain itu, orientasi pada prestasi seakan menjadi hal utama dalam proses belajar-mengajar. Sementara etika ketimuran, sopan-santun, mulai diabaikan hanya untuk mengejar sebuah prestasi.

"Dari aspek itulah, akhirnya moralitas generasi muda menjadi timpang. Di satu sisi mereka lebih mengejar prestasi, sementara aspek-aspek moralitas yang mengarah pada nilai-nilai ketimuran terkesan diabaikan," terang dia.

Arif memberikan gambaran, mulai menipisnya etika sopan-santun generasi muda. Seperti ketidak patuhan mereka terhadap rambu-rambu saat berkendara. Lampu merah kadang diterobos tanpa mengindahkan resiko yang akan terjadi. Selain itu ucapan lisan yang cenderung jorok dianggap sebagai bahasa-bahasa gaul.

"Kalau tidak misuh (mengeluarkan kata-kata jorok, Red) katanya nggak gaul‎," sindir Arif.

Berangkat dari persoalan di atas, dia berharap agar pelaku pendidikan bisa mengubah pola pendidikan yang lebih mengarah pada pembangunan karakter. Bukan hanya sekedar prestasi belaka. "Dan kalaupun bisa, pemerintah bisa merampingkan kurikulum seperti halnya di Eropa serta Jepang. Kurikulum simple, namun pembangunan karakter lebih dikedepankan," pungkasnya. (yun/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...