Rabu, 20 Februari 2019 01:01

Dandim Pacitan: Generasi Muda Harus Paham ATHG

Kamis, 11 Oktober 2018 15:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dandim Pacitan: Generasi Muda Harus Paham ATHG
Dandim Pacitan Letkol (kav) Aristoteles Hekeng Nusa Lawitang saat memberikan materi seminar kebangsaan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pemuda merupakan pelopor persatuan di tengah arus tantangan zaman. Pernyataan tersebut seperti diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0801 Pacitan, Letkol (kav) Aristoteles Hekeng Nusa Lawitang, saat memberikan materi dalam kegiatan seminar kebangsaan di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pacitan, Kamis (11/10).

"Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar kebangsaan ini dapat memberikan pemahaman dan wawasan kita sebagai generasi muda tentang AGHT (Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan) yang ada saat ini," ujarnya.

Dalam seminar tersebut, Dandim mengajak generasi muda turut mewaspadai kemungkinan adanya ancaman dan rongrongan dari luar dan dari dalam. "Dan yang tak kalah pentingnya, tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap utuh dan kokohnya kedaulatan NKRI," pesan Perwira Menengah TNI ini.

"Sebagai generasi muda harus mampu meneruskan semangat dan perjuangan para pahlawan. Mereka mampu melampaui tantangan di zamannya. Meskipun saat itu pendahulu kita tanpa dilengkapi dengan teknologi yang canggih seperti saat ini. Jangan takut untuk mencoba dan bereksperimen. Salah itu biasa, tetapi bagaimana kita memperbaiki kesalahan untuk kebaikan di masa depan.Tanpa salah, tidak akan pernah tahu menjadi benar. Tantangan generasi saat ini lebih berat dari generasi lalu. Jangan anggap remeh dirimu, lakukan yang terbaik. Kalau anak muda tidak punya tantangan dan idealisme, maka Indonesia dan Pacitan akan begini saja. Kebudayaan akan punah karena para pemudanya tidak mampu menjawab tantangan yang ada," beber Dandim Aris.

Sementara itu, Suharyanto Kepala Bakesbangpol Pacitan, menambahkan paparan tentang tergerusnya nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. "Anak-anak muda lebih bangga menggunakan bahasa asing dan kebarat-baratan daripada bahasa Indonesia yang jelas-jelas sebagai bahasa pemersatu bangsa. Menguatnya primordialisne sehingga menganggap kelompok lain tidak penting yang mengakibatkan sering terjadinya gesekan atau bentrokan dengan kelompok lain," tandasnya. (yun/rev)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...