Jumat, 24 Mei 2019 05:02

Nobar Film G30S/PKI, Ajak Generasi Muda Bentengi Diri Demi Tegaknya NKRI

Minggu, 30 September 2018 17:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Nobar Film G30S/PKI, Ajak Generasi Muda Bentengi Diri Demi Tegaknya NKRI
Pasitel Kodim 0801 Pacitan, Kapten (kav) Dadut Setiyawan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Lahirnya PKI bukanlah suatu hal yang kebetulan, melainkan suatu hal sesuai dengan perkembangan sejarah. PKI adalah anak jaman yang lahir pada waktunya.

Hal ini disampaikan Imam Haryono, Ketua DHC 45 Pacitan, saat nonton bareng film pemberontakan G30S/PKI, Sabtu (29/9) malam kemarin. Karena itu, dia meminta agar generasi muda saat ini bisa membentengi diri dengan rasa nasionalisme untuk tegaknya NKRI.

Hal senada juga disampaikan Pasi Intel Kodim 0801 Pacitan, Kapten (kav) Dadut Setiyawan. "Paham PKI sudah jelas tidak boleh berkembang di Indonesia. Indonesia menganut ideologi Pancasila, bukan komunis. Ambil hikmah dari pemutaran film G30S/PKI karena sudah jelas pernah terjadi tragedi memilukan di Indonesia," timpalnya.

"Generasi muda jangan mau di adu domba. Tetap junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa," pesannya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Suharyanto menambahkan, lahirnya PKI merupakan peristiwa sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia. Menurutnya, pecahnya Revolusi Oktober di Rusia tahun 1917 menjadi salah satu pengaruh berdirinya PKI.

"Lahirnya PKI dan perkembangannya tidaklah dapat dipisahkan dari pengaruh kemenangan revolusi Oktober itu. Kemenangan revolusi Oktober besar di Rusia itu telah membangkitkan kesadaran rakyat-rakyat jajahan. Revolusi Oktober memberi keyakinan kepada rakyat Indonesia, bahwa imperialisme Belanda pasti dapat digulingkan, dan rakyat Indonesia akan dapat mendirikan negara Indonesia yang bebas dan merdeka. Jadi, Partai Komunis Indonesia lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh, sesudah di Indonesia berdiri serikat buruh-serikat buruh dan perkumpulan sosial demokratis Indonesia. Yaitu organisasi politik yang pertama daripada kaum Marxis Indonesia, sesudah revolusi Oktober tahun 1917," tegasnya. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...