Selasa, 26 Maret 2019 08:10

Nobar Film G30S/PKI, Ajak Generasi Muda Bentengi Diri Demi Tegaknya NKRI

Minggu, 30 September 2018 17:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Nobar Film G30S/PKI, Ajak Generasi Muda Bentengi Diri Demi Tegaknya NKRI
Pasitel Kodim 0801 Pacitan, Kapten (kav) Dadut Setiyawan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Lahirnya PKI bukanlah suatu hal yang kebetulan, melainkan suatu hal sesuai dengan perkembangan sejarah. PKI adalah anak jaman yang lahir pada waktunya.

Hal ini disampaikan Imam Haryono, Ketua DHC 45 Pacitan, saat nonton bareng film pemberontakan G30S/PKI, Sabtu (29/9) malam kemarin. Karena itu, dia meminta agar generasi muda saat ini bisa membentengi diri dengan rasa nasionalisme untuk tegaknya NKRI.

Hal senada juga disampaikan Pasi Intel Kodim 0801 Pacitan, Kapten (kav) Dadut Setiyawan. "Paham PKI sudah jelas tidak boleh berkembang di Indonesia. Indonesia menganut ideologi Pancasila, bukan komunis. Ambil hikmah dari pemutaran film G30S/PKI karena sudah jelas pernah terjadi tragedi memilukan di Indonesia," timpalnya.

"Generasi muda jangan mau di adu domba. Tetap junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa," pesannya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Suharyanto menambahkan, lahirnya PKI merupakan peristiwa sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia. Menurutnya, pecahnya Revolusi Oktober di Rusia tahun 1917 menjadi salah satu pengaruh berdirinya PKI.

"Lahirnya PKI dan perkembangannya tidaklah dapat dipisahkan dari pengaruh kemenangan revolusi Oktober itu. Kemenangan revolusi Oktober besar di Rusia itu telah membangkitkan kesadaran rakyat-rakyat jajahan. Revolusi Oktober memberi keyakinan kepada rakyat Indonesia, bahwa imperialisme Belanda pasti dapat digulingkan, dan rakyat Indonesia akan dapat mendirikan negara Indonesia yang bebas dan merdeka. Jadi, Partai Komunis Indonesia lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh, sesudah di Indonesia berdiri serikat buruh-serikat buruh dan perkumpulan sosial demokratis Indonesia. Yaitu organisasi politik yang pertama daripada kaum Marxis Indonesia, sesudah revolusi Oktober tahun 1917," tegasnya. (yun/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...