Kendaraan sarat muatan berhenti di tengah Jalan Mayjen Sungkono di sekitar Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, karena tak kuat menanjak. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pengguna jalan mengeluhkan aktivitas kendaraan besar yang kerap melintas di Jalan Mayjen Sungkono, tepatnya sekitar Bukit Condrodipo, Kecamatan Kebomas.
Sebab, kendaraan besar tersebut kerap mogok karena tak menanjak di sekitar bukit yang biasa digunakan rukyatul hilal ini.
BACA JUGA:
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
"Sering sekali, Mas, kendaraan dengan muatan berlebih (ODOL) tak kuat naik di jalan sekitar Bukit Condrodipo yang menanjak. Kendaraan akhirnya berhenti di tengah jalan dengan ban depan belakang diganjal kayu agar tak mundur," ujar Roni, salah satu pengguna jalan kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (6/7/2025).
Menurutnya, aktivitas kendaraan besar yang melintas di Jalan Mayjen Sungkono sekitar Bukit Condrodipo itu sangat membahayakan penggunaan jalan lain yang berjalan di belakang saat kendaran berjalan naik.
"Tentu saya yang kerap lewat jalan sini (sekitar Bukit Condrodipo) saat berangkat kerja di Surabaya was-was, Mas. Khawatir kunduran saat posisi di belakang kendaraan besar yang tak kuat naik tanjakan. Sering kendaraan tak kuat nanjak karena memuat beban berat," ungkapnya.
Ia minta pihak berwenang, baik Dinas Perhubungan maupun Lantas menugaskan petugas untuk jaga di jalan sekitar Bukit Condrodipo.
Tidak hanya kesulitan menanjak, kendaraan besar yang melintas dari atas tanjakan sekitar Bukit Condrodipo juga melaju kencang saat menuruni tanjakan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




