Sabtu, 18 Januari 2020 04:02

Sepuluh Pedagang di Pasar Surya Dipanggil Kejari

Minggu, 16 Oktober 2016 23:31 WIB
Sepuluh Pedagang di Pasar Surya Dipanggil Kejari
Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejari Surabaya

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sepuluh pedagang Pasar Surya telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terkait penyelidikan dugaan kasus korupsi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yang ditangani seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya.

Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, mengatakan hal ini, Minggu (16/10). “Sepuluh pedagang sudah kita mintai keterangan dalam rangkah pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait penyelidikan dugaan kasus ini pada Rabu (12/10) lalu,” ujar dia, saat dikonfirmasi via selulernya.

Demi mendapatkan keterangan dari pedagang, Didik memerintahkan tim yang terdiri dari empat jaksa penyelidik untuk turun ke pasar dimana para pedagang tersebut berjualan.

“Jadi proses pemberian keterangan para pedagang tersebut bukan di kantor Kejari, namun tim jaksa penyelidik yang mendatangi mereka di pasar. Hal itu kita lakukan karena sudah tiga kali mereka tidak hadir terhadap panggilan yang kita layangkan,” ujarnya.

Didik juga menambahkan, hal itu dilakukan karena pihaknya tak ingin penyelidikan kasus ini molor hanya karena belum didapatnya keterangan dari para pedangang. Ditanya soal tahap berikut yang dilakukan penyelidik pasca meminta keterangan para pedagang, Didik belum mau membeberkan secara detail.

“Nanti sajalah, yang pasti kita masih butuh mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan lagi hingga status kasus ini bisa dinaikan menjadi penyidikan,” tambah pria asal Bojonegoro ini.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melakukan pemecatan terhadap 4 kepala pasar dan 3 pegawai yang dibebas-tugaskan. Kepada media. Risma menuturkan, hal itu terpaksa ia lakukan karena tindak lanjut adanya indikasi korupsi di tubuh PD Pasar Surya.

Dugaan penyelewengan keuangan PD Pasar Surya tersebut, tersebar di beberapa pasar di antaranya, Pasar Kembang Rp 166.982.925, Pasar Wonokromo Rp 110.951.678, Pasar Kupang Rp 12 Juta lebih dan Pasar Keputran Selatan sebesar Rp 10.836.198.

Dugaan Korupsi yang terjadi di PD Pasar Surabaya menjadi sorotan banyak pihak. Sebab kasus tersebut dikabarkan banyak melibatkan oknum pejabat di PD Pasar. Dari hasil investigasi yang dilakukan PD Pasar, ternyata ditemukan ada oknum pejabat yang diduga terlibat. (yul/ros)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...