Rabu, 23 Oktober 2019 08:00

Sepuluh Pedagang di Pasar Surya Dipanggil Kejari

Minggu, 16 Oktober 2016 23:31 WIB
Sepuluh Pedagang di Pasar Surya Dipanggil Kejari
Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejari Surabaya

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sepuluh pedagang Pasar Surya telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terkait penyelidikan dugaan kasus korupsi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yang ditangani seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya.

Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, mengatakan hal ini, Minggu (16/10). “Sepuluh pedagang sudah kita mintai keterangan dalam rangkah pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait penyelidikan dugaan kasus ini pada Rabu (12/10) lalu,” ujar dia, saat dikonfirmasi via selulernya.

Demi mendapatkan keterangan dari pedagang, Didik memerintahkan tim yang terdiri dari empat jaksa penyelidik untuk turun ke pasar dimana para pedagang tersebut berjualan.

“Jadi proses pemberian keterangan para pedagang tersebut bukan di kantor Kejari, namun tim jaksa penyelidik yang mendatangi mereka di pasar. Hal itu kita lakukan karena sudah tiga kali mereka tidak hadir terhadap panggilan yang kita layangkan,” ujarnya.

Didik juga menambahkan, hal itu dilakukan karena pihaknya tak ingin penyelidikan kasus ini molor hanya karena belum didapatnya keterangan dari para pedangang. Ditanya soal tahap berikut yang dilakukan penyelidik pasca meminta keterangan para pedagang, Didik belum mau membeberkan secara detail.

“Nanti sajalah, yang pasti kita masih butuh mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan lagi hingga status kasus ini bisa dinaikan menjadi penyidikan,” tambah pria asal Bojonegoro ini.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melakukan pemecatan terhadap 4 kepala pasar dan 3 pegawai yang dibebas-tugaskan. Kepada media. Risma menuturkan, hal itu terpaksa ia lakukan karena tindak lanjut adanya indikasi korupsi di tubuh PD Pasar Surya.

Dugaan penyelewengan keuangan PD Pasar Surya tersebut, tersebar di beberapa pasar di antaranya, Pasar Kembang Rp 166.982.925, Pasar Wonokromo Rp 110.951.678, Pasar Kupang Rp 12 Juta lebih dan Pasar Keputran Selatan sebesar Rp 10.836.198.

Dugaan Korupsi yang terjadi di PD Pasar Surabaya menjadi sorotan banyak pihak. Sebab kasus tersebut dikabarkan banyak melibatkan oknum pejabat di PD Pasar. Dari hasil investigasi yang dilakukan PD Pasar, ternyata ditemukan ada oknum pejabat yang diduga terlibat. (yul/ros)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kot...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...