Para ibu-ibu ketika berlatih membuat aneka masakan ikan bandeng. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Hal ini disampaikan Almuah. Ia menyatakan, luas areal tambak di Kedanyang tidak pernah berkurang bahkan bertambah. Karena beberapa areal persawahan kala musim tertentu dirubah menjadi areal tambak.
Selain difasilitasi oleh pemerintah, UISI, Diskop UKM dan Perindag juga mengajak PT Laras Food untuk memberikan pemahaman industri mulai dari yang paling dasar sampai pada pemasaran.
Antusias para ibu tampak ketika pihak UISI menjelaskan tentang produksi dan memulai industri kecil baru. Beberapa pertanyaan itu misalnya, di mana harus membeli plastik? Bagaimana izinnya? Bagaimana pemasarannya? Satu per satu dijelaskan oleh pihak UISI.
“Kami siap mendampingi sampai ibu bisa. Untuk produksi, kemasan, pemasaran kami akan siap membina,” ujar Kabid Perindustrian, Diskop UKM dan Perindag Pemkab Gresik, Ilmul Yaqien.
“Kami setiap bulan ada agenda pameran, nanti kalau ibu- ibu sudah berproduksi akan kami ikutkan pameran. Tampilkan produksi dengan membawa ciri khas masing-masing," sambungnya memberikan motivasi.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Pemkab Gresik, Moh. Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. "Mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran," katanya.
Ditambahkan ia, ada sesuatu yang khas di desa Kedanyang karena masih tingginya produk perikanan bandeng di desa tersebut serta banyaknya tenaga potensial. "Kami menggandeng beberapa institusi. Baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




