Tersangka Joko (pakai rompi) saat digelandang ke Rutan Banjarsari usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya menahan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Diskop UKM dan Perindag Gresik, Joko Pristianto, dalam kasus korupsi hibah UMKM dari APBD-Perubahan tahun 2022 Rp17,6 miliar, Senin (14/10/2024).
Sebelum ditahan, Joko sempat menjalani pemeriksaan intensif sejak siang hingga petang.
BACA JUGA:
- Ratusan Santri Ponpes Al Ibrohimi Gresik Demo, Minta 3 Kiai yang Jadi Tersangka Korupsi Dibebaskan
- Resmi Ditahan Kejari Gresik, Tersangka Korupsi Ponpes Al Ibrohimi: Risiko Berjuang di Jalan Allah
- Bupati Gresik Dorong UMKM Masuk Ekosistem Industri Lewat Inkubasi Bisnis dan Business Matching
- Petrokimia dan Kejari Gresik Perkuat Sinergi Hukum untuk Distribusi Pupuk Subsidi
Pantauan wartawan, Joko baru keluar dari ruang pidana khusus (pidsus) dengan memakai rompi oranye sekira pukul 18.00 WIB.
Joko langsung dimasukkan mobil tahanan Kejari Gresik dan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Banjarsari, Kecamatan Cerme. Joko akan menjalani penahanan perdana selama 20 hari ke depan.

Dalam penahanan Joko, Pidsus Kejari Gresik juga menghadirkan tersangka Fransiska Dyah Ayu Puspitasari, Kabid Koperasi UKM pada Diskop, UKM, dan Perindag Gresik.
Dia telah ditahan lebih dulu pada Kamis (10/10/2024), dalam perkara sama.
Diketahui, Kejari Gresik menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi hibah UMKM.
Selain Joko Pristanto dan Fransiska Dyah Ayu Puspitasari, dua tersangka lainnya adalah Kepala Diskop, UKM, dan Perindag Gresik Malahatul Farda serta penyedia barang Ryan Fibrianto.






