Sabtu, 15 Mei 2021 18:43

Masukkan Al Quran, Alumni Tebuireng Jadi Finalis Kompetisi Public Speaking se-ASEAN

Kamis, 04 Februari 2016 17:57 WIB
Masukkan Al Quran, Alumni Tebuireng Jadi Finalis Kompetisi Public Speaking se-ASEAN
Irwan Hermawan (baju merah) bersama para peserta PELTAC 2016 di Universiti Tecknologi Malaysia. foto: tebuireng.org

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Irwan Hermawan, alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, masuk finalis kompetisi public speaking pemuda-pemudi terpilih se-ASEAN dalam ajang Professional, Engineering, Leadership, Teamwork & Awareness Camp (PELTAC 2016) di Universiti Teknologi Malaysia. Kegiatan ini berlangsung 23 hingga 28 Januari 2016 lalu.

Seperti dilansir Tebuireng.org, ajang bergengsi ini juga mengadakan kompetisi debat. Even ini selain mengasah kemampuan komunikasi tiap individu, juga pembuktian diri menjadi mahasiswa professional, terdidik, pemimpin masa depan dan khususnya untuk dunia industri. Kegiatan ini mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk berbagi informasi dan berdiskusi tentang masyarakat ekonomi ASEAN.

Peserta tidak hanya berasal dari negara-negara ASEAN dan ASIA saja, seperti India, Cina, Malaysia, tapi juga dari Timur Tengah dan Afrika seperti Yaman, Sudan, Palestina, dan Mesir. Indonesia sendiri diwakili oleh 25 mahasiswa-mahasisiwi yang lolos seleksi. Mereka berasal dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan kampus lainnya, Irwan salah satunya.

Dari 113 peserta kompetisi public speaking, Irwan Hermawan yang kini semester 4 Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro ini, lolos final Top Ten.

BACA JUGA : 

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Kemendikbud Ceroboh, Pesantren Tebuireng Desak Minta Maaf dan Tarik Naskah Kamus Sejarah Indonesia

Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

Ditanya mengenai bagaimana dia sukses menjadi finalis, penerima salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia ini mengatakan, dalam kompetisi tersebut, ia memasukan ayat Al Quran di dalam paparan pidato yang ia sampaikan. “Dalam suasana resmi dan internasional dalam even tersebut, belum ada yang pernah memasukkan muatan al-Quran”, ungkapnya.

Ia memberikan pemaparan mengenai surat Al Ahzab, ayat 21 tentang Rasulullah yang menjadi uswah atau panutan bagi semua umat. Hal itulah yang menjadikannya masuk final dan 10 besar. “Bahasan positif inilah yang membawa saya hingga final meski belum bisa menjadi juara pertama. Saya cukup bangga bisa membawa nama baik Indonesia namun masih perlu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia mengaku mendapatkan pengalaman besar dengan menambah kemampuan komunikasi, bahasa Inggris, saling berbagi budaya antar negara serta menjadi pembuktian bagaimana sebagai mahasiswa muslim mampu berperan dalam konteks masyarakat ekonomi ASEAN.

“Hidup itu untuk yang maha hidup dan hidup itu menghidupkan, kamu akan berhasil ketika kamu bisa seimbang, hidup untuk Allah dan hidup untuk sesama manusia. Pola hidup kita juga harus seimbang, mencari ilmu sebanyak-banyaknya, bersosialisasi seluas-luasnya, beribadah sekhusyu’nya dan Harus mengatur waktu dengan baik,” pesan alumnus SMA A. Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng. Ia juga berpesan bahwa lingkungan (terutama teman) dan buku yang dibaca menjadi pengaruh utama.

“Semua berada di dalam diri kita, jika kita berpikir kita bisa, pasti kita akan bisa. Selain itu beritahukan mimpi-mimpi kita ke orang lain, catat di lembaran impian dan ingat baik baik. Awalnya mungkin akan dibilang impossible, tapi dengan begitu motivasi kita akan semakin besar untuk mewujudkan mimpi kita,” tambahnya semakin bersemangat. Terakhir ia berpesan agar tidak melupakan doa. Setelah semua usaha harus dikembalikan kepada Allah. (lutfi/abror)

Sumber: tebuireng.org
Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...