Prof Usep Abdul Matin, MA (Leiden), MA (Duke), Ph.D, saat menyampaikan progres KH Muhammad Yusuf Hasyim dan KH Abbas Abdul Jalil sebagai calon pahlawan nasional dalam buka bersama puasa 1 Muharram 1447 H di kediaman Ning Imah, salah seorang putri Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di kawasan PP Amantul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (27/5/2025). Foto: MMA/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini tren baru yang sangat positif. Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menggelar acara buka bersama puasa 1 Muharramn 1447 Hijriyah. Biasanya acara buka bersama hanya pada bulan puasa Ramadan. Tapi kiai miliarder tapi dermawan itu mulai mentradisikan buka puasa 1 Muharram. Ini berarti semakin banyak masyarakat yang berpuasa sunnah, terutama 1 Muharram.
“Kita buka puasa 1 Muharram dan shalat sunnah dua rakaat. Setelah itu kita istighatsah dan doa bersama,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kepada BANGSAONLINE, Jumat (27/6/2025).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu mengundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasan yang dikenal sangat istiqamah puasa sunnah. Gubernur Khofifah tiba di lokasi acara sekitar pukul 17.00 WIB.
Kiai Asep juga mengundang para kiai dari berbagai daerah di Jawa Timur. “Kita buka puasa dulu. Setelah itu baru kita naik ke lantai atas shalat maghrib. Lalu shalat malam dua rakaat. Kemudian kita istighatsah dan doa bersama. Setelah itu kita shalat isya’,” kata Kiai Asep kepada para kiai yang mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB sore.
Kiai Asep juga mengundang Prof Dr Usep Abdul Matin, Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan Nasional (TP2GP) Pusat.
“Prof Usep untuk menjelaskan progres Kiai Haji Muhammad Yusuf Hasyim dan Kiai Abbas Abdul Jamil yang kita usulkan sebagai pahlawan nasional,” kata Kiai Asep yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Kiai Asep menjelaskan bahwa acara ini untuk mendoakan kepemimpinan Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Bupati Muhammad Al Barra (Gus Barra).
“Kita harus mengawal dengan doa. Sungguh tidak bijak, kalau dulu kita mengusung, tapi saat sekarang didzhalimi kita tidak membela,” kata putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama besar dan pejuang kemerdekaan RI yang pada 10 November 2023 ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Dalam sambutannya Khofifah sangat mengapresiasi Kiai Asep yang dengan gigih memperjuangkan Kiai Muhammad Yusuf Hasyim dan Kiai Abbas Abdul Jamil sebagai pahlawan nasional.
Gubernur Khofifah juga mengapresisi Prof Usep Abdul Matin yang menemukan banyak sumber primer sebagai referensi profil perjuangan dua ulama NU tersebut.
“Kita dapat pelajaran dari Pak Kiai Asep. Secara scientific ini luar biasa. Pak Kiai Asep punya peran besar. Ini pembelajaran bagi kita semua,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, selama ini kita sulit punya dokumen kiai-kiai NU. Apalagi dalam bentuk video.
Karena itu, menurut Khofifah, data-data primer yang ditemukan Prof Usep sangat penting.
“Sehingga kita tidak hanya mengklaim bahwa NU berperan besar (dalam perjuangan kemerdekaan bangsa), tapi benar-benar didasarkan pada data scientific,” kata Ketua Umum Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU itu sembari mengatakan bahwa pada hari ini Kiai Asep telah mengajarkan kita semua tentang pentingnya dokumen sejarah perjuangan para kiai NU.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, KH Muhammad Riza Yusuf (Gus Riza) dan para kiai lainnya seusai acara. Foto: MMA/bangsaonline.
Khofifah juga setuju dengan usulan Prof Usep Abdul Matin yang menyarankan agar KH Muhammadi Yusuf Hasyim dijadikan nama jalan mengingat perjuangan putra Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari itu sangat besar bagi bangsa dan negara Indonesia.
Bahkan Khofifah minta agar KH M Yusuf Hasyim dijadikan nama jalan raya yang besar, bukan jalan gang.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menyarankan agar nama KH M Yusuf Hasym sebagai nama jalan diusulkan lewat bupati di daerahnya masing-masing. Setelah itu baru diusulkan ke gubernur Jawa Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




