Irvan Drajat, Plt Kadishub Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terutama solusi terhadap kemacetan.
Transportasi dan jalan raya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya bergandengan erat, jika jalan raya dikembangkan maka berdampak pada jumlah masyarakat yang membeli kendaraan.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
Sebanyak 51,70 % dari pengguna kendaraan memilih motor karena dianggap lebih hemat waktu dan biaya. Jumlah kendaraan di Kota Surabaya setiap tahun naik. "Untuk motor naik 10%, sedangkan mobil 5%," terang Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat kepada wartawan di Ruang Area Traffic Control System (ATCS) Surabaya, Selasa (2/2).
"Akibatnya, terjadilah kawasan macet di Surabaya, karena padatnya kendaraan. Seperti Jalan Mayjend Sungkono, HR Muhammad, Kertajaya, Panjang Jiwo, Ahmad Yani, Wonokromo, dan MERR," imbuhnya.
Menurut Irvan, untuk mengatasi masalah tersebut ada lima skema makro transportasi di Surabaya.
Pertama, angkutan massal terdiri dari kereta, trem, monorail dan angkutan kota.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




