Petugas Dishub Surabaya saat sidak ke lokasi parkir tepi jalan umum (TJU).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan evaluasi dan penataan parkir tepi jalan umum (TJU) di sejumlah titik ruas jalan Kota Pahlawan. Hal ini juga menjadi fokus utama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, karena keberadaan TJU menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan.
Penataan TJU yang dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi menuai respons positif dan usulan dari pengamat sekaligus dosen Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Anak Agung Gde Kartika.
BACA JUGA:
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
Dalam kesempatan ini, Agung mengatakan, penindakan dan penataan TJU perlu dilakukan sebagai langkah untuk mewujudkan tata kelola parkir yang lebih tertib dan modern di Kota Surabaya.
"Secara teknis, slot parkir tepi jalan mengurangi kapasitas jalan dan menimbulkan hambatan sementara atau temporary block terhadap arus lalu lintas. Ini berdampak langsung pada kemacetan, terutama pada jalan sempit atau dekat simpang," kata Agung, Minggu (13/7/2025).
Agung berpendapat, bahwa parkir liar TJU tidak hanya menghambat arus lalu lintas, akan tetapi juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.
Selain itu, dari aspek ekonomi transportasi, adanya parkir TJU juga meningkatkan biaya operasional kendaraan dan potensi kecelakaan. Oleh sebab itu, ia mendorong Pemkot Surabaya untuk menyiapkan lokasi parkir yang lebih representatif, seperti gedung parkir atau area parkir khusus.
Tak hanya itu, Agung juga menyarankan agar Pemkot Surabaya melakukan tinjauan pengawasan dan teknologi untuk parkir TJU. Mulai dari pembayaran parkir online, pemasangan sensor di setiap satuan ruang parkir (SRP) atau menggunakan teknologi image processing, dan pembuatan model matematis menggunakan tarif progresif.

Selain itu, ia menambahkan, dari segi aspek finansial, pelarangan parkir tepi jalan, dan membangun fasilitas gedung khusus parkir dapat menjadi alternatif investasi, terutama di kawasan yang terdapat parkir TJU.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




