BANGSAONLINE.com - Musim ini akan menjadi musim terakhir sang pesulap asal Portugal bersama The Citizens. 1xBet Indonesia menilik kembali karier salah satu gelandang serang paling menonjol di generasi kita.
Hadiah ulang tahun
Bernardo lahir di Lisbon dan sejak kecil sudah menjadi penggemar setia Benfica karena idolanya, Rui Costa, pernah bermain untuk klub tersebut. Pada usia enam tahun, Silva sudah menunjukkan bakat sepak bolanya dan menerima undangan untuk bergabung dengan akademi muda The Eagles, tetapi orang tua Bernardo tidak mampu membayar biaya pelatihan.
BACA JUGA:
- 5 Pertandingan Paling Bersejarah Tim Nasional Asal Asia dalam Turnamen Sepak Bola Bergengsi
- Tanpa Tiket UCL, Juventus Terancam Gagal Rekrut Bernardo Silva, Namun Berpeluang Amankan Alisson
- Sebuah Perspektif Historis: Bagaimana Liga Premier jadi Liga Paling Populer di Dunia
- La Liga: Hugo Sánchez - Penyerang legendaris Real Madrid
Pada hari ulang tahunnya yang ketujuh, Silva sedang membuka kado-kadonya, dan di salah satunya, ia menemukan sebuah kartu yang bertuliskan, “Kamu akan bermain untuk Benfica.” Kejutan luar biasa ini diatur oleh kakeknya, yang menanggung semua biayanya.
Pindah ke Prancis
Silva menghabiskan 12 tahun di klub Lisbon tersebut, namun hanya tampil tiga kali untuk tim utama The Eagles. Gelandang berbakat ini dilirik oleh Monaco, yang ternyata menjadi langkah penting pertama dalam karier Bernardo.
Pada musim 2016–17, tim asal Monako itu mengalahkan Paris Saint-Germain dalam perebutan gelar Ligue 1 dan secara mengejutkan berhasil mencapai semifinal Liga Champions. Salah satu pemain kunci di tim Monaco saat itu adalah Silva, yang langsung memantapkan dirinya sebagai bintang yang sedang naik daun.
Dalam perjalanan menuju semifinal, pasukan Leonardo Jardim mengalahkan Manchester City, sehingga pada musim panas 2017, pelatih kepala klub Inggris tersebut, Pep Guardiola, memutuskan bahwa ia ingin Bernardo bergabung dengan timnya. The Citizens membayar €50 juta untuk gelandang berbakat tersebut.
Jalan Menuju Puncak
Silva membutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi di Manchester. Selama enam bulan pertama, gelandang asal Portugal ini jarang mendapat kesempatan bermain, kebanyakan hanya masuk sebagai pemain pengganti.
Menjelang pertengahan musim dingin, Bernardo mulai lebih sering tampil sebagai starter dan akhirnya menutup musim dengan statistik yang cukup mengesankan: 9 gol dan 10 assist di semua kompetisi. Penampilan gemilang pemain asal Portugal ini membantu The Citizens meraih gelar juara Liga Premier pertama mereka dalam empat tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




