Mehaj Gus Irfan saat pimpin rapat Amirulhaj bersama Wamenhaj Dahnil Anzar.
MAKKAH,BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, menegaskan persiapan pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fokus utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan itu, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam rangkaian ibadah haji karena jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.
BACA JUGA:
- Pesawat Alami Kendala Teknis, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Kloter KJT-04 Pulang dengan Aman
- Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Dipulangkan, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Zamzam di Koper
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Kemenhaj: Jumlah Jemaah Haji Sakit 2026 Turun Jadi 210 Orang
"Armuzna adalah titik paling krusial dari proses haji. Di situlah seluruh jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang," kata Gus Irfan usai rapat bersama Amirulhaj di kantor daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Ia mengatakan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyusun jadwal pergerakan jemaah secara ketat untuk mengantisipasi penumpukan di hotel maupun selama perjalanan menuju Armuzna.
Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Senin, 25 Mei 2026.
"Mulai tanggal 8 (Dzulhijjah), kami menggerakkan jemaah haji masuk Arafah. Tentu dengan perhitungan-perhitungan dan jadwal yang sudah diatur secara ketat," ujarnya.
Selanjutnya, pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026, jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




