KOTA BATU, BANGSAONLINE.com – Guna memperkuat pemahaman pembimbing ibadah haji terhadap arah kebijakan penyelenggaraan haji nasional, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) dan Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jatim menggelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji di Hotel Asida, Kota Batu, sejak Sabtu hingga Jumat (1-7/8/2026).
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen Bina PHU), Puji Raharjo, selaku narasumber acara menegaskan bahwa perubahan tata kelola haji harus diiringi dengan peningkatan kapasitas para pembimbing ibadah haji sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Perubahan tata kelola penyelenggaraan haji bukan sekadar perubahan kelembagaan, tetapi merupakan ikhtiar menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai kebijakan haji,” paparnya.
Menurut Puji, pembimbing ibadah haji memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, penguasaan terhadap regulasi, kebijakan, dan dinamika penyelenggaraan haji menjadi bekal penting agar informasi yang diterima calon jemaah tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dirjen Bina PHU bersama perwakilan PD PWNU Jatim dan UIN SATU saat kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji. (Ist)
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kemenhaj, perguruan tinggi, dan organisasi keagamaan dalam menyelenggarakan sertifikasi tersebut. Kolaborasi itu dinilai menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pembimbing ibadah haji, sekaligus memperkuat ekosistem penyelenggaraan haji yang profesional.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh LD PWNU Jatim, Fakultas Adab, Ushuludin, dan Dakwah UIN SATU, dan Kanwil Kemenhaj Jatim ini turut dihadiri oleh perwakilan Rektor UIN SATU Kaprodi Pascasarjana Akidah dan Filsafat Islam Ahmad Nur Kholis, perwakilan PWNU Jatim Nur Shodiq Askandar, Ketua LD PWNU Jatim Syukron Dzazilan, serta perwakilan Kanwil Kemenhaj Jatim Candra.
Melalui kegiatan sertifikasi ini, Kemenhaj berharap lahir pembimbing ibadah haji yang tidak hanya kompeten dalam aspek manasik, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi publik yang menyampaikan kebijakan penyelenggaraan haji secara benar, utuh, dan bertanggung jawab. (msn)










