Kedatangan jemaah haji Embarkasi Surabaya (SUB) langsung menuju Makkah untuk melakukan ibadah umrah wajib. Foto: MCH 2026.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, salah satu dokter Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026, Sektor 1 Daker Bandara, mengajak seluruh jemaah untuk menyulap tas menjadi “apotek mini” jelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia menjabarkan beberapa peralatan medis yang perlu dibawa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri jika terjadi keluhan.
“Di Armuzna, kepadatan jemaah haji yang luar biasa dan jarak ke pos kesehatan bisa terasa sangat jauh. Jemaah disarankan memiliki P3K mandiri di dalam tas kecil. Tujuannya agar keluhan ringan bisa langsung ditangani sendiri secara cepat sebelum menjadi berat,” papar dr. Fathi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (20/5/2026).
Beberapa obat wajib yang perlu di bawa, di antaranya oralit minimal 5 hingga 10 saset, pelembab yang mengandung petroleum jelly (tidak mengandung parfum).
“Oleskan pelembab di paha bagian dalam dan tumit sebelum mulai berjalan jauh. Ini ampuh mencegah lecet yang bisa membuat jemaah sulit berjalan ke Jamarat,” kata dr. Fathi.
Selain itu, jemaah juga diimbau membawa obat pereda nyeri atau parasetamol. Karena menurut dr. Fathi, obat ini ralatif aman untuk kebanyakan orang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




