Sesi foto bersama jajaran dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Surabaya, tenaga pendidik dan para siswa Sekolah Rakyat di Gedung Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jl. Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Foto: BANGSAONLINE.com.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sekolah Rakyat (SR) di Kota Surabaya secara resmi mulai proses belajar mengajar, pada Senin (14/7/2025). Sebanyak 100 siswa telah mengikuti rangkaian proses Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jl. Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.
Sebanyak 19 guru, 4 wali asrama dan 12 wali asuh, sudah dipersiapkan untuk mendampingi para siswa yang menjalani Boarding school.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Kepala Sekolah Rakyat, Prapti menyebutkan, yang menjadi pembeda antara sekolah rakyat dengan sekolah lainnya, yaitu dari segi kurikulum dan input siswa.
"Input siswa ini, mereka yang berada di desil satu dan dua," katanya, Senin (14/7/2025).
Menurut dia, Sekolah Rakyat itu berkonsep boarding school, dan mengadopsi kurikulum nasional untuk menekan pada karakter siswa.

Apel pagi 100 siswa Sekolah Rakyat sebelum memasuki gedung di Universitas Negeri Surabaya. Foto:BANGSAONLINE.com
"Seperti hari ini, kita sudah memulai MPLS seperti sekolah-sekolah lainnya. Para siswa hari ini melakukan cek kesehatan, dan disambut oleh wali asuh di asrama," jelasnya
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




